Guru SD Negeri di Tangsel Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, 17 Siswa Jadi Korban

- Pewarta

Senin, 19 Januari 2026 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru SD Negeri di Tangsel Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, 17 Siswa Jadi Korban

Guru SD Negeri di Tangsel Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, 17 Siswa Jadi Korban

HARIANBANTEN — Dugaan kasus pelecehan seksual kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Tangerang Selatan. Seorang oknum guru sekolah dasar negeri berinisial Y, yang diketahui menjabat sebagai wali kelas di SD Negeri Rawa Buntu 1, Serpong, diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap sejumlah murid laki-laki.

Kasus ini terungkap setelah salah satu orang tua siswa melaporkan dugaan pelecehan yang dialami anaknya kepada pihak sekolah. Laporan tersebut kemudian berkembang dan membuka fakta bahwa korban diduga tidak hanya satu orang. Dari laporan awal yang masuk, jumlah korban terus bertambah hingga mencapai belasan siswa.

Kepala SD Negeri Rawa Buntu 1, Tarmiati, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan laporan pertama diterima pada Kamis (15/1) dan langsung ditindaklanjuti tanpa menunggu waktu lama.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Awalnya orang tua datang melapor dan menyampaikan bahwa anaknya mengalami perlakuan tidak pantas. Dari laporan awal itu disebutkan ada sekitar tujuh anak. Saya langsung menerima laporan tersebut dan menindaklanjutinya,” ujar Tarmiati saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Senin (19/1).

Setelah menerima laporan, pihak sekolah langsung memanggil guru yang diduga sebagai pelaku untuk dimintai klarifikasi. Dalam pertemuan tersebut, oknum guru Y akhirnya mengakui perbuatannya.

“Yang bersangkutan mengakui perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf. Dari situ kami langsung mengambil langkah tegas,” kata Tarmiati.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan perlindungan terhadap siswa, pihak sekolah memutuskan untuk merumahkan oknum guru tersebut serta melaporkan kejadian ini secara resmi kepada Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan.

“Kasus seperti ini tidak bisa ditoleransi. Ini menyangkut keselamatan dan masa depan anak-anak. Kami langsung membuat laporan resmi ke dinas di hari yang sama,” tegasnya.

Berdasarkan data sementara, hingga kini tercatat 17 siswa laki-laki telah melaporkan diri sebagai korban. Modus yang digunakan pelaku diduga dengan memberikan iming-iming uang dan makanan. Para korban mengaku mengalami perlakuan tidak pantas, mulai dari dipangku, dipeluk, dicium, hingga tindakan yang mengarah pada pelecehan fisik serius.

Kasus ini kini berada dalam penanganan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Tangerang Selatan. Kepala UPTD PPA Tangsel, Tri Purwanto, menegaskan bahwa fokus utama penanganan saat ini adalah pemulihan kondisi psikologis para korban.

“Yang paling penting adalah menjaga kondisi mental dan psikologis anak-anak. Trauma akibat kejadian seperti ini bisa berdampak panjang jika tidak ditangani sejak dini,” ujarnya.

Tri menambahkan, pihaknya siap mendampingi korban dan keluarga dalam proses hukum apabila kasus ini dilanjutkan ke ranah kepolisian. Selain itu, tim psikolog juga akan diterjunkan untuk memberikan layanan konseling kepada seluruh korban.

“Pendampingan psikolog menjadi prioritas kami. Jangan sampai anak-anak terus membawa trauma ini hingga dewasa,” pungkasnya.

Hingga kini, UPTD PPA Tangsel masih terus mendalami kasus tersebut dan tidak menutup kemungkinan jumlah korban bertambah seiring proses pendataan dan pendampingan yang masih berlangsung.

Berita Terkait

LBH GP Ansor Bela Warga Legoso, Minta Pemkot Tangsel Buka Kajian Sebelum Pembongkaran
Bangunan Diminta Kosong Sebelum September, Warga Legoso: Kami Tidak Terima!
DLHK Banten Segel Tiga Industri Ilegal Diduga Jadi Penyebab Sungai Cisadane Menghitam
Korsleting Listrik Jadi Pemicu Kebakaran Ruko Pasar Ciputat, Kerugian Capai Puluhan Juta
Ruko Pasar Ciputat Kebakaran, Kobaran Api Terlihat Dari Kejauhan
Anggota DPRD Tutup Pabrik Es Kristal di Serpong, Diduga Jadi Penyebab Sumur Warga Kering
Damkar Tangsel: Sistem Proteksi Kebakaran Gedung Puspemkot dan DPRD Belum Maksimal
DPRD Tangsel Minta Pejabat yang Baru Dirotasi Cepat Adaptasi, Singgung APBD 2027 

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:50 WIB

LBH GP Ansor Bela Warga Legoso, Minta Pemkot Tangsel Buka Kajian Sebelum Pembongkaran

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:49 WIB

Bangunan Diminta Kosong Sebelum September, Warga Legoso: Kami Tidak Terima!

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:54 WIB

DLHK Banten Segel Tiga Industri Ilegal Diduga Jadi Penyebab Sungai Cisadane Menghitam

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:55 WIB

Korsleting Listrik Jadi Pemicu Kebakaran Ruko Pasar Ciputat, Kerugian Capai Puluhan Juta

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:22 WIB

Ruko Pasar Ciputat Kebakaran, Kobaran Api Terlihat Dari Kejauhan

Berita Terbaru

Pers Rilis

Qualcomm dan Samsung Perluas Kolaborasi Snapdragon

Kamis, 23 Jul 2026 - 09:07 WIB

Pers Rilis

“NI NO KUNI: CROSS WORLDS” HADIRKAN LAYANAN GLOBAL TERPADU

Kamis, 23 Jul 2026 - 09:00 WIB