Ingin Kuasai Warisan, Anak Tega Bunuh Ibu Kandung di Pamulang

- Pewarta

Senin, 25 Mei 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Karyuni (64) lansia di Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tewas setelah dianiaya anak kandungnya sendiri I (36). Aksi itu dilatarbelakangi masalah warisan.

 

Kapolsek Pamulang, Kompol Galuh Febri Saputra menjelaskan, peristiwa itu terungkap setelah pihak Kepolisian menerima laporan adanya lansia meninggal dunia dengan kondisi luka mencurigakan pada Selasa (19/5).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Saat itu anggota Polisi langsung mendatangi lokasi kejadian yang berada di Kampung Bulak Barat, Kelurahan Kedaung, Pamulang. Namun saat itu jenazah korban sudah dimandikan dan hendak untuk dimakamkan.

 

Saat melakukan pemeriksaan, Polisi menemukan adanya beberapa luka yang dinilai tidak wajar.

 

“Namun petugas mendapati adanya luka-luka pada bagian kepala dan tubuh korban yang dinilai tidak wajar dan diduga akibat tindak kekerasan,” kata Galuh dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin, 25 Mei 2026.

 

Berdasarkan hasil pendalaman diketahui bahwa korban sehari-hari tinggal hanya bersama anak kandungnya berinisial I.

 

Dalam pemeriksaan awal, I mengelak jika dirinya telah menganiaya orang tuanya hingga meninggal dunia. Namun setelah didalami ia akhirnya mengakui perbuatannya.

 

“Setelah dilakukan pendalaman dan interogasi secara intensif oleh petugas, akhirnya saudara I mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap ibu kandungnya sendiri yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ungkapnya.

 

Berdasarkan pengakuannya, saat hari kejadian sekira pukul 00.30 WIB, ia melihat orang tua nya sedang tidur di kamar. Lalu Pelaku langsung menarik kaki korban dan langsung melancarkan aksinya.

 

“Pelaku melakukan pemukulan secara bertubi-tubi menggunakan tangan kosong ke arah kepala dan tubuh korban. Karena pukulan tersebut korban terjatuh dari tempat tidur, lalu pelaku menendang dan menginjak dada korban,” terangnya.

 

“Selanjutnya pelaku menggunakan sebuah setrika pakaian untuk memukul bagian kepala dan tubuh korban secara berulang kali,” lanjutnya.

 

Ketika itu, korban yang masih dalam keadaan sadar sempat berteriak minta tolong. Namun pelaku langsung bereaksi cepat sehingga kondisi korban semakin melemah.

 

“Korban sempat berteriak meminta tolong. Pelaku kemudian menekan bagian leher korban menggunakan kaki dan kursi guna melemahkan perlawanan korban. Setelah itu korban diseret ke kamar mandi dan kembali dilakukan kekerasan dengan cara dicekik menggunakan kedua tangan,” tuturnya.

 

Saat kondisinya kritis, pelaku selanjutnya kembali meletakan ibu kandungnya itu di atas tempat tidur.

 

Ketika itu pelaku langsung pergi ke rumah temannya dan ketua RT setempat untuk menyampaikan bahwa orang tuanya sedang kritis.

 

“Setelah pelaku ketemu Ketua RT bersama taman pelaku menuju rumah pelaku untuk melihat kondisi korban, setelah sampai di rumah bahwa korban telah meninggal dunia,” ujar Galuh.

 

Setelah dilakukan pendalaman, Polisi menduga bahwa motif dibalik itu adalah untuk menguasai warisan.

 

Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Pamulang untuk menjalanin proses pemeriksaan lebih lanjut.

 

“Pelaku diduga dengan sengaja melakukan penganiayaan berat terhadap korban yang merupakan ibu kandungnya sendiri dengan tujuan untuk menguasai harta warisan berupa rumah yang ditempati korban dan pelaku,” pungkasnya.

Berita Terkait

PDIP Usulkan Seluruh Seragam Sekolah di Tangsel Gratis, Tak Hanya Batik dan Olahraga
Target Juni 2026 Belum Tercapai, Pembebasan Lahan TPA Cipeucang Masih Tertunda
Paspor yang Berserakan di Halte Tangsel Dipastikan Hanya Sampul, Milik Jemaah Haji Tangsel
Pemkot Serang Siapkan Perda Lebih Keras untuk THM dan Miras
Sindikat Curanmor di Tangerang Kebongkar, 5 Pelaku Ditangkap
SPMB SD Kota Tangerang Masuki Tahap Afirmasi dan Domisili, Simak Jadwal dan Cara Daftarnya
PSEL Segera Dibangun, Warga Cipeucang Khawatir Uang Ganti Rugi Tak Cukup
Musala di Cipeucang Terancam Digusur untuk Proyek PSEL, Warga Minta Diselamatkan

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:30 WIB

PDIP Usulkan Seluruh Seragam Sekolah di Tangsel Gratis, Tak Hanya Batik dan Olahraga

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:32 WIB

Target Juni 2026 Belum Tercapai, Pembebasan Lahan TPA Cipeucang Masih Tertunda

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:23 WIB

Paspor yang Berserakan di Halte Tangsel Dipastikan Hanya Sampul, Milik Jemaah Haji Tangsel

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:17 WIB

Pemkot Serang Siapkan Perda Lebih Keras untuk THM dan Miras

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:36 WIB

Sindikat Curanmor di Tangerang Kebongkar, 5 Pelaku Ditangkap

Berita Terbaru