HARIANBANTEN – Proses syuting film terbaru yang dibintangi Lisa BLACKPINK menjadi perbincangan hangat di media sosial. Perhatian publik tertuju pada fakta bahwa pengambilan gambar dilakukan di wilayah Tangerang, Banten, namun latar visual yang ditampilkan justru diubah menyerupai Myanmar. Isu ini mencuat setelah akun Instagram @unikinfold mengunggah potongan video dan foto lokasi syuting tersebut.
Dalam unggahan itu terlihat sejumlah properti jalan, termasuk papan penunjuk arah bertuliskan aksara Myanmar, terpasang di kawasan yang disebut berada di Tangerang. Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu gelombang komentar warganet.
Sejumlah netizen mempertanyakan alasan penggunaan Indonesia sebagai lokasi syuting jika identitas visualnya diganti menjadi negara lain. Akun @rizkyprtm_ menulis, “Syuting di Indonesia, tapi kenapa ceritanya harus Myanmar?” Sementara akun @andreas_firman menyoroti soal identitas lokasi dengan komentar, “Kalau lokasinya Tangerang, kenapa identitas Indonesiannya dihilangkan?”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kritik juga datang dari akun @linda_safitri yang menyinggung persoalan perizinan lokasi. “Yang ngasih izin Indonesia, yang dipakai tempatnya Indonesia, tapi latarnya negara lain,” tulisnya. Bahkan, akun @bimaaditya mengaitkan pemilihan latar tersebut dengan isu konflik. “Jangan sampai Indonesia cuma dijadikan pengganti negara konflik,” ujarnya.
Meski menuai kritik, ada pula warganet yang mencoba melihatnya dari sudut pandang industri film. Akun @movieenthusiast.id menyebut praktik penggunaan satu lokasi untuk merepresentasikan negara lain sebagai hal lazim dalam produksi film internasional demi efisiensi.
Hingga kini, pihak produksi film maupun agensi Lisa BLACKPINK belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan pemilihan latar Myanmar. Perbincangan ini pun menegaskan tingginya perhatian publik terhadap isu representasi negara dan pemanfaatan lokasi Indonesia dalam proyek film berskala global.







