HARIANBANTEN.COM – Memasuki musim kemarau panjang, sejumlah daerah di Indonesia sudah mulai mengalami kekeringan sehingga kesulitan mendapatkan air bersih.
Kondisi kekeringan tak menutup kemungkinan berpotensi juga terjadi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pasalnya beberapa wilayah tercatat pernah mengalami kejadian serupa beberapa tahun belakangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penata Layanan Operasional Danton BPBD Tangsel, Dian Wiryawan mengatakan, hingga saat ini pihaknya mengaku belum menerima adanya laporan kekeringan di wilayahnya.
Meski demikian BPBD dalam keadaan siap siaga jika bencana kekeringan kembali terjadi pada musim kemarau tahun ini.
Baca Juga:
Berkontribusi Bagi Negara, 10 Alumni UIN Syarif Hidayatullah Diganjar Penghargaan IKALUIN 2026
Menara Rp Miliaran yang Sepi: City Gallery Tangsel Antara Ikon Kota dan Monumen Ambisi
Hendak Menuju Kamboja, Keberangkatan 3 Pekerja Migran Ilegal Digagalkan di Bandara Soekarno-Hatta
“Untuk saat ini BPBD belum mendapatkan laporan dari RW maupun Kelurahan adanya lokasi pemukiman warga terdampak kekeringan,” kata Dian, ketika dihubungi HarianBanten, Sabtu, 20 Juni 2026.
Dian menjelaskan, berdasarkan pengalamannya, Kecamatan Setu menjadi wilayah yang paling rawan mengalami kekeringan.
Baca Juga:
Tiba-Tiba Mengeluarkan Asap, Mobil SUV Terbakar di Jalan Siliwangi Pamulang
Pasalnya dalam beberapa tahun belakangan, di wilayah tersebut sering kali terjadi kekeringan jika sudah memasuki musim kemarau berkepanjangan.
“Mayoritas berada di wilayah Kecamatan Setu, ada beberapa di antaranya di Serpong. (Tapi paling banyak) Kecamatan Setu,” tuturnya.
Dalam catatan BPBD Tangsel, salah satu titik kekeringan paling banyak terjadi pada tahun 2023 lalu yaitu 36 titik yang berdampak terhadap ribuan Kepala Keluarga (KK).
Baca Juga:
Geely Farizon Luncurkan Solusi Mobilitas Hijau dan Cerdas di Hong Kong Expo 2026
Pria di Pamulang Tewas Kesetrum Listrik di Loteng Rumah, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi
“Kekeringan di Kecamatan Setu saat itu tersebar di Kelurahan Keranggan, Kademangan, Muncul, Bakti Jaya, hingga Kelurahan Setu. Terbanyak ada di Kelurahan Keranggan,” ungkapnya.
Oleh karena itu BPBD minta masyarakat untuk berkoordinasi dengan RW setempat jika sudah mulai kekeringan sehingga bisa segera mendapatkan pasokan air bersih.
“Masyarakat jikalau sudah merasa kekeringan untuk berkoordinasi ke RW masing-masing,” pungkasnya.
BMKG sendiri sudah mengingatkan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering dibandingkan kondisi normal.
BMKG juga menyebut bahwa musim kemarau tahun ini juga diperkirakan datang lebih awal dan berdurasi lebih panjang.
Dilansir dari laman resminya, BMKG mencatat peningkatan signifikan jumlah titik panas (hotspot) sejak awal tahun. Hingga awal April 2026, jumlah hotspot telah mencapai lebih dari 1.600 titik, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.












