Sidak BPOM Temukan Makanan Berformalin Di Pasar Serpong

- Pewarta

Senin, 25 Mei 2026 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Tangerang menemukan makanan mengandung bahan formalin hingga pewarna tekstil di Pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (25/5),

 

Penemuan itu didapat saat petugas BPOM bersama jajaran Pemkot Tangsel melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dalam momentum menjelang Idul Adha.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepala BPOM Tangerang, M. Sony Mughofir mengatakan, pihaknya melakukan pengecekan terhadap 23 sampel.

 

Dari 23 yang dicek ditemukan 3 sampel mengandung bahan berbahaya seperti formalin dan pewarna tekstil.

 

“Tiga sampel mengandung bahan dilarang, satu mie kuning basah, kemudian satu tahu putih, satu lagi itu kue mangkok. Untuk kue mangkok dia mengandung pewarna teksil rudamin B kalau yang mie kuning basah sama tahu putih itu mengandung formalin,” kata Soni, Senin, 25 Mei 2026.

 

Biasanya para produsen nakal menggunakan pewarna tekstil karena harganya yang murah dan warnanya lebih terang sehingga menarik pembeli.

 

Ia mengungkapkan, formalin hingga pewarna tekstil bersifat karsinogenik sehingga berpotensi menimbulkan resiko penyakit kanker jika konsumsi secara terus menerus.

 

“Itu kalau dia numpuk di tubuh dia akan memuncul resiko kanker,” ungkapnya.

 

Temuan itu pun akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menindaklanjuti temuan itu, termasuk menelusuri dari mana asal makanan tersebut.

 

Di samping itu ia mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih makanan.

 

Meski secara kasat mata makanan mengandung bahan berbahaya sulit untuk dibedakan, namun ia memberi tips untuk melakukan pengujian manual di rumah.

 

Salah satunya dengan mendiamkan bahan makanan di ruangan terbuka selama beberapa hari.

 

Jika bahan makanan itu busuk besar kemungkinan tidak mengandung formalin. Pasalnya bahan makanan yang mengandung formalin cenderung lebih awet.

 

“Karena kalau formalin kan dia kan awet tuh, di suhu ruang tuh awet dia. Nah kalau yang tahu gak ada formalinnya di suhu ruang tuh dia pasti udah basi. Iya malemnya kita beli pagi malemnya tuh udah basi,” pungkasnya.

Berita Terkait

35 Napi High Risk dari Lapas Banten Dipindah ke Nusakambangan
Eks Rektor UIN Jakarta Dipanggil Kejati Banten, Mahasiswa Geruduk Rektorat
APBD 2027 Tangsel Diproyeksikan Rp4,9 Triliun
Reaktor Riset Nuklir Serpong Krisis, Stok Bahan Bakar Habis
Cegah Keracunan MBG, Dapur Baru di Tangsel Tak Akan Dapat Izin Tanpa Sertifikat Higienis
Kasus Dugaan Pelecehan Guru dan P3K Dindikbud Tangsel Berakhir Damai
Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau, Hari Ketiga Pencarian Diperluas
Siswa di Tangsel Mulai Belajar Tatap Muka, Aktivitas Luar Ruangan Tidak Diperbolehkan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:26 WIB

35 Napi High Risk dari Lapas Banten Dipindah ke Nusakambangan

Kamis, 10 September 2026 - 19:10 WIB

APBD 2027 Tangsel Diproyeksikan Rp4,9 Triliun

Kamis, 10 September 2026 - 18:54 WIB

Reaktor Riset Nuklir Serpong Krisis, Stok Bahan Bakar Habis

Kamis, 10 September 2026 - 16:01 WIB

Cegah Keracunan MBG, Dapur Baru di Tangsel Tak Akan Dapat Izin Tanpa Sertifikat Higienis

Kamis, 10 September 2026 - 15:11 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan Guru dan P3K Dindikbud Tangsel Berakhir Damai

Berita Terbaru

Info Banten

35 Napi High Risk dari Lapas Banten Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 11 Sep 2026 - 12:26 WIB

Pers Rilis

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:05 WIB