HARIANBANTEN.COM – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Tangerang menemukan makanan mengandung bahan formalin hingga pewarna tekstil di Pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (25/5),
Penemuan itu didapat saat petugas BPOM bersama jajaran Pemkot Tangsel melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dalam momentum menjelang Idul Adha.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala BPOM Tangerang, M. Sony Mughofir mengatakan, pihaknya melakukan pengecekan terhadap 23 sampel.
Dari 23 yang dicek ditemukan 3 sampel mengandung bahan berbahaya seperti formalin dan pewarna tekstil.
Baca Juga:
SK Innovation E&S Memimpin Inovasi dalam Ekosistem Startup untuk Pemuda di Indonesia
CGTN: 75 Tahun Xizang: Harmoni Pembangunan dan Pelestarian Budaya Ciptakan “Keajaiban di Atap Dunia”
ZTE Rilis Laporan Keberlanjutan 2025, Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat AI
“Tiga sampel mengandung bahan dilarang, satu mie kuning basah, kemudian satu tahu putih, satu lagi itu kue mangkok. Untuk kue mangkok dia mengandung pewarna teksil rudamin B kalau yang mie kuning basah sama tahu putih itu mengandung formalin,” kata Soni, Senin, 25 Mei 2026.
Biasanya para produsen nakal menggunakan pewarna tekstil karena harganya yang murah dan warnanya lebih terang sehingga menarik pembeli.
Baca Juga:
PMII Ciputat Desak Pemkot Tangsel Terbuka soal Perpanjangan Jabatan Sekda
CGN Gelar “Open Day” Serentak di Lima Negara, Dorong Edukasi Energi Hijau dan Pertukaran Budaya
Ia mengungkapkan, formalin hingga pewarna tekstil bersifat karsinogenik sehingga berpotensi menimbulkan resiko penyakit kanker jika konsumsi secara terus menerus.
“Itu kalau dia numpuk di tubuh dia akan memuncul resiko kanker,” ungkapnya.
Temuan itu pun akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menindaklanjuti temuan itu, termasuk menelusuri dari mana asal makanan tersebut.
Baca Juga:
Di samping itu ia mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih makanan.
Meski secara kasat mata makanan mengandung bahan berbahaya sulit untuk dibedakan, namun ia memberi tips untuk melakukan pengujian manual di rumah.
Salah satunya dengan mendiamkan bahan makanan di ruangan terbuka selama beberapa hari.
Jika bahan makanan itu busuk besar kemungkinan tidak mengandung formalin. Pasalnya bahan makanan yang mengandung formalin cenderung lebih awet.
“Karena kalau formalin kan dia kan awet tuh, di suhu ruang tuh awet dia. Nah kalau yang tahu gak ada formalinnya di suhu ruang tuh dia pasti udah basi. Iya malemnya kita beli pagi malemnya tuh udah basi,” pungkasnya.











