HARIANBANTEN.COM – Atlet pencak silat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan adanya aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi latihan yang berada di area Jeletreng Riverpark, Kecamatan Setu.
Akibat kepulan asap pembakaran sampah, proses latihan sedikit terganggu. Bahkan tak sedikit atlet yang mengkhawatirkan potensi penyakit penyakit aktivitas tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Tangsel, Delima Bungsu Andi mengatakan, proses pembakaran sampah diduga dilakukan oleh pemilik warung yang berjualan di area Jeletreng.
Ia mengaku sudah beberapa kali memberikan teguran, namun proses pembakaran sampah masih saja terjadi.
Baca Juga:
Kapolres Tangsel Bantah Anak Buahnya Terlibat Penyalahgunaan Narkoba
Ditangkap Bareskrim, Status Kasat Narkoba Polres Tangsel Tunggu Keputusan PMJ
KUA-PPAS Disepakati, APBD Tangsel 2027 Diproyeksikan Rp4,96 Triliun
“Kemarin kita pakai cara biasa, ngomong ‘tolong kalau anak-anak lagi latihan jangan (bakar sampah) ya, jangan karaoke ya’ tapi iya iya doang,” kata Delima kepada Harianbanten, Sabtu, 23 Mei 2026.
Delima menyebut, dalam setiap proses latihan biasanya diikuti oleh sekitar 30 atlet yang terdiri dari atlet muda dan remaja.
Baca Juga:
Osome Bidik Gelombang Baru Perusahaan AI yang Memilih Singapura sebagai Basis Regional
Geger! Bareskrim Tangkap Kasat Narkoba Polres Tangsel Bersama Enam Anggota
Bahkan ia mengaku pernah mendapatkan keluhan langsung orang tua atlet yang merasa khawatir akan kesehatan anaknya.
Pasalnya para atlet langsung merasa sesak nafas hingga batuk-batuk setiap kali menghirup asap tersebut.
“Engga bisa napas (para atlet), jadi batuk gitu, sesak, akhirnya bubar (latihannya, red),” ungkapnya.
Baca Juga:
Jika kondisi tersebut terus berlangsung, ia mengaku khawatir para atlet berpotensi bisa terserang penyakit khususnya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
Sementara mereka latihan dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Banten bulan Juni mendatang.
“Besok kan mau POPDA bulan Juni. Jadi kita kadang-kadang ya udahlah kita bubar, karena kan berhentiin asap yang udah ngepul itu gak gampang, pasti dia butuh waktu, yaudah kita bubar dari pada di situ kena ISPA,” tuturnya.
Delima sendiri mengaku sudah melaporkan kejadian itu ke Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel melalui layanan 112.
Ia berharap Pemkot Tangsel bisa segera menindak sehingga para atlet bisa kembali menjalankan latihan dengan aman dan nyaman.
Delima menegaskan, diperlukan kesadaran dan dukungan semua pihak untuk menciptakan lingkungan aman dan nyaman bagi para atlet.
Apalagi Tangsel tahun ini ditunjuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sehingga dukungan masyarakat sangat diperlukan.
“Menjelang Porprov 2026 tangsel sebagai tuan rumah, maka perlunya kesadaran masyarakat untuk menjaga kenyamanan lingkungan sekitar kepelatihan atlet untuk target Tangsel sebagai juara umum di Porprov 2026 harus kita hargai bersama,”pungkasnya












