HARIANBANTEN.COM – Atlet pencak silat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan adanya aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi latihan yang berada di area Jeletreng Riverpark, Kecamatan Setu.
Akibat kepulan asap pembakaran sampah, proses latihan sedikit terganggu. Bahkan tak sedikit atlet yang mengkhawatirkan potensi penyakit penyakit aktivitas tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Tangsel, Delima Bungsu Andi mengatakan, proses pembakaran sampah diduga dilakukan oleh pemilik warung yang berjualan di area Jeletreng.
Ia mengaku sudah beberapa kali memberikan teguran, namun proses pembakaran sampah masih saja terjadi.
Baca Juga:
Parah! Pengunjung Jaletreng Riverpark Terpaksa Hirup Asap Sampah Saat Olahraga
MUI Tangsel Beberkan Kriteria Hewan Layak Kurban Idul Adha
Mobil Hasil Begal di Cisauk Dijual Rp25 Juta Untuk Judol dan Main Perempuan
“Kemarin kita pakai cara biasa, ngomong ‘tolong kalau anak-anak lagi latihan jangan (bakar sampah) ya, jangan karaoke ya’ tapi iya iya doang,” kata Delima kepada Harianbanten, Sabtu, 23 Mei 2026.
Delima menyebut, dalam setiap proses latihan biasanya diikuti oleh sekitar 30 atlet yang terdiri dari atlet muda dan remaja.
Bahkan ia mengaku pernah mendapatkan keluhan langsung orang tua atlet yang merasa khawatir akan kesehatan anaknya.
Pasalnya para atlet langsung merasa sesak nafas hingga batuk-batuk setiap kali menghirup asap tersebut.
“Engga bisa napas (para atlet), jadi batuk gitu, sesak, akhirnya bubar (latihannya, red),” ungkapnya.
Baca Juga:
Wanita di Cisauk Ditodong Celurit,Mobil Dan HP Raib Dibawa Begal
Berawal Jual Sembako, Koperasi Merah Putih Terbesar Omzet se-Tangsel Ini Punya 170 Anggota
Jika kondisi tersebut terus berlangsung, ia mengaku khawatir para atlet berpotensi bisa terserang penyakit khususnya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
Sementara mereka latihan dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Banten bulan Juni mendatang.
“Besok kan mau POPDA bulan Juni. Jadi kita kadang-kadang ya udahlah kita bubar, karena kan berhentiin asap yang udah ngepul itu gak gampang, pasti dia butuh waktu, yaudah kita bubar dari pada di situ kena ISPA,” tuturnya.
Delima sendiri mengaku sudah melaporkan kejadian itu ke Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel melalui layanan 112.
Ia berharap Pemkot Tangsel bisa segera menindak sehingga para atlet bisa kembali menjalankan latihan dengan aman dan nyaman.
Delima menegaskan, diperlukan kesadaran dan dukungan semua pihak untuk menciptakan lingkungan aman dan nyaman bagi para atlet.
Apalagi Tangsel tahun ini ditunjuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sehingga dukungan masyarakat sangat diperlukan.
“Menjelang Porprov 2026 tangsel sebagai tuan rumah, maka perlunya kesadaran masyarakat untuk menjaga kenyamanan lingkungan sekitar kepelatihan atlet untuk target Tangsel sebagai juara umum di Porprov 2026 harus kita hargai bersama,”pungkasnya











