Menteri LH Seger Gudang Terbakar di Taman Tekno, Audit Lingkungan di Perintahkan

- Pewarta

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri LH Seger Gudang Terbakar di Taman Tekno, Audit Lingkungan di Perintahkan

Menteri LH Seger Gudang Terbakar di Taman Tekno, Audit Lingkungan di Perintahkan

HARIANBANTEN – Pemerintah pusat bergerak cepat menyikapi kebakaran gudang pestisida di kawasan Taman Tekno, Serpong. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, turun langsung ke lokasi dan memasang plang penyegelan sebagai tanda area tersebut berada dalam pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Bangunan gudang tampak menghitam akibat kebakaran yang terjadi pada Senin (9/2/2026). Bau menyengat masih tercium di sekitar lokasi dan asap tipis terlihat keluar dari dalam gedung. Garis polisi membentang di sekeliling area, sementara sebuah ekskavator diparkir di pintu masuk untuk membatasi akses.

“Saya bersama Kapolres sejak awal telah melakukan peninjauan. Langkah cepat sudah diambil aparat untuk menangani kasus ini,” ujar Hanif, Jumat (13/2/2026).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya penyegelan, KLH juga memerintahkan pengelola kawasan melakukan audit lingkungan secara menyeluruh. Audit ini menjadi bagian dari sanksi administratif guna memastikan ada evaluasi teknis dan langkah pemulihan atas dugaan pencemaran.

“Secara teknis dan administratif, audit lingkungan akan dilakukan secara presisi. Jika ditemukan pelanggaran, tentu ada konsekuensinya,” tegas Hanif.

Dampak kebakaran diduga meluas hingga ke aliran Sungai Jalatreng di Rawabuntu, Serpong. Air pemadaman yang bercampur zat kimia pestisida mengalir melalui saluran drainase dan terbawa arus ke sungai.

Komandan Regu Damkar Tangsel, Sahroni, menjelaskan bahwa bahan kimia yang terbakar ikut terbawa air pemadaman.

“Air bercampur bahan kimia itu masuk ke got dan gorong-gorong lalu mengalir sampai ke sungai,” katanya.

Pencemaran bahkan dilaporkan berdampak hingga wilayah BSD. Warga menemukan sejumlah ikan mati di aliran sungai yang diduga tercemar limbah pestisida.

Saat ini, kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran serta kemungkinan adanya kelalaian dalam pengelolaan bahan berbahaya dan beracun. KLH menegaskan akan mengawal proses hukum sekaligus memastikan pemulihan lingkungan berjalan maksimal.

Kasus ini menjadi sorotan serius karena melibatkan bahan kimia berisiko tinggi yang dapat mengancam ekosistem dan kesehatan masyarakat sekitar.

Berita Terkait

31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal
DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD
2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?
Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel
Warga Serpong Lagoon yang Alami Muntaber Kembali Bertambah Jadi 176, 2 Anak Masih Dirawat
Warga Lagoon Serpong Tuntut Kompensasi Muntaber Massal, Wakil Walikota Tangsel Minta Perusahaan Bertanggung Jawab
Kabar Baik! Tiga Bulan Lagi Pengelolaan Air Serpong Lagoon Diambil Alih PITS

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:34 WIB

31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:04 WIB

DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:22 WIB

DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:35 WIB

2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel

Berita Terbaru

Info Banten

2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:35 WIB