Seragam Gratis Tak Kunjung Dibagikan, Siswa Baru Tangsel Diminta Pakai Seragam Lama Dulu!

- Pewarta

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Program seragam sekolah gratis bagi siswa baru di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dipastikan belum bisa langsung dinikmati pada awal tahun ajaran 2026/2027. Pemerintah Kota Tangsel masih menunggu pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan sebelum merealisasikan program tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Deden Deni, mengatakan pengadaan dan distribusi seragam gratis diperkirakan baru dapat dilakukan pada September hingga Oktober 2026.

“Menunggu APBD Perubahan. Sekitar bulan September atau Oktober-an,” kata Deden saat ditemui di Gedung DPRD Kota Tangsel, Selasa (7/7/2026).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama menunggu pembagian seragam, para siswa baru diperbolehkan mengenakan seragam lama yang masih dimiliki.

“Pakai yang lama dulu saja, enggak apa-apa kok, pakai seragam yang lama dulu,” ujarnya.

Deden menjelaskan, pada tahap awal program ini belum menyasar seluruh peserta didik. Pemerintah akan memprioritaskan siswa dari keluarga kurang mampu, khususnya yang diterima melalui jalur afirmasi.

“Tahun-tahun awal ini bertahap. Yang tidak mampu dulu yang kami bantu seragam, khususnya seragam olahraga dan batik,” jelasnya.

Sementara itu, besaran anggaran yang akan digunakan untuk pengadaan seragam gratis masih belum dapat dipastikan. Dindikbud masih menunggu selesainya proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 sebelum menghitung kebutuhan riil.

“Belum bisa dihitung. Nunggu selesai SPMB dulu,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie juga telah menegaskan bahwa program seragam gratis pada tahun ajaran 2026/2027 memang belum dapat diberikan kepada seluruh siswa baru. Pada tahap awal, program tersebut diprioritaskan bagi keluarga yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sebagai bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat berpenghasilan rendah secara bertahap.

Berita Terkait

ICP DAS-BMP Pamerkan Inovasi TPU Medis di Ajang Medical Manufacturing Asia 2026
Sogang University Buka Jalur Bebas Biaya Kuliah bagi Mahasiswa Pascasarjana Internasional Bidang STEM di Seoul
LX Pantos Indonesia Tingkatkan Komitmen CSR dengan Merenovasi Sekolah di Bekasi
APBD Perubahan 2026 Tangsel Diproyeksikan Rp5,2 Triliun, 19 OPD Dapat Tambahan Anggaran
Pemotor Tewas Terlindas Mobil Engkel di Depan Taman Kota Tangsel
NILAI PENDAPATAN WISATA KESEHATAN ASAL INDONESIA DI MALAYSIA CETAK REKOR RM2,2 MILIAR, MHX KEMBALI HADIR DI YOGYAKARTA
WYF Himpun Lebih dari 400 Pelajar dalam Ajang Future Liberal Arts Leadership Summit di Makau
Menjawab Pertumbuhan Pariwisata, Archipelago Hotels Terus Berkembang Menjangkau Beragam Pasar

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:15 WIB

ICP DAS-BMP Pamerkan Inovasi TPU Medis di Ajang Medical Manufacturing Asia 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Sogang University Buka Jalur Bebas Biaya Kuliah bagi Mahasiswa Pascasarjana Internasional Bidang STEM di Seoul

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:00 WIB

LX Pantos Indonesia Tingkatkan Komitmen CSR dengan Merenovasi Sekolah di Bekasi

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:46 WIB

APBD Perubahan 2026 Tangsel Diproyeksikan Rp5,2 Triliun, 19 OPD Dapat Tambahan Anggaran

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Pemotor Tewas Terlindas Mobil Engkel di Depan Taman Kota Tangsel

Berita Terbaru

Info Banten

Pemotor Tewas Terlindas Mobil Engkel di Depan Taman Kota Tangsel

Senin, 24 Agu 2026 - 16:43 WIB