Harian Banten – Nasib kurang baik menimpa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Karaton di Kampung Sentul, Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten. Memasuki tahun ajaran baru 2025/2026, sekolah ini belum menerima satu pun pendaftaran siswa baru.
“Belum ada siswa baru yang mendaftar,” ujar Kepala SDN 5 Karaton, Tati Patmawati, saat dikonfirmasi, Selasa (8/7/2025).
Fenomena minim pendaftar ini bukan pertama kalinya terjadi. Tahun lalu, sekolah tersebut hanya mendapat dua siswa baru. Menurut Tati, sejumlah faktor membuat orang tua enggan mendaftarkan anaknya ke SDN 5 Karaton.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pertama, beberapa tahun yang lalu masyarakat dengar mau dimerger. Udah itu banyak yang sekolah ke luar. Lingkungan sekolah sedikit masyarakat. Udah gitu nggak jadi dimergernya. Kita khawatir nggak dapat murid, udah ada yang daftar ke sekolah lain,” kata Tati.
Selain isu merger, kondisi bangunan sekolah yang rusak juga menjadi penyebab rendahnya minat masyarakat. Tati menyebut, banyak fasilitas sekolah yang rusak sehingga orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke tempat lain yang dianggap lebih layak.
“Yang kedua, masyarakat lihat kondisi sekolah yang memprihatinkan. Sekolahnya udah pada rusak. Pintu rusak, gentengnya pada bocor. Kondisi itu membuat masyarakat menilai, mereka ingin anaknya sekolah di tempat yang bagus dengan fasilitas lengkap. Makanya nggak ada yang daftar satu pun,” ujarnya.
Saat ini, SDN 5 Karaton hanya memiliki 31 siswa aktif. Tati mengaku telah melaporkan persoalan ini ke pemerintah dan berharap ada langkah konkret untuk menyelamatkan sekolahnya dari kondisi kekurangan murid.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
“Mudah-mudahan pemerintah daerah sama pusat ada perhatian,” pungkasnya.








