Pemkot Tangsel Kebingungan Atasi Sampah, Harapan Kini Tertuju ke Jawa Barat

TPA Cipeucang sudah penuh, Pandeglang menolak jadi penampungan, kini Pemkot Tangsel berharap kerja sama dengan Jawa Barat bisa jadi solusi darurat sampah 500 ton per hari.

- Pewarta

Rabu, 10 September 2025 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harian Banten -Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) tengah kebingungan mencari solusi penanganan sampah. TPA Cipeucang tak lagi mampu menampung 500 ton sampah setiap hari, sementara rencana kerja sama dengan Kabupaten Pandeglang dipastikan batal.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengungkapkan bahwa Pemkab Pandeglang menolak menjadi lokasi pembuangan karena mendapat penolakan keras dari warganya. “Saya sudah ditelepon langsung oleh Bupati Pandeglang. Jadi, kerjasama dengan TPA Bangkonol tidak dilanjutkan,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).

Kondisi ini membuat Pemkot Tangsel mulai melirik kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Benyamin bahkan sudah melakukan koordinasi dengan Pemprov Jabar, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), serta Pemkab Bogor untuk membahas pengiriman sampah ke Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo, Bogor.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rencananya, TPPAS tersebut akan mengolah sampah menjadi refuse-derived fuel (RDF) untuk kebutuhan PT Semen Cibinong. Namun, realisasi pembuangan masih terhambat faktor teknis dan perizinan. Menurut Kepala DLH Jawa Barat, pembuangan sampah dari Tangsel baru bisa dilakukan pada 2027.

“Kalau bisa dipercepat, paling tidak sanitary landfill dulu. Kapasitas TPPAS Lulut Nambo bisa sampai 2.300 ton per hari, dan Tangsel mendapat alokasi 300–500 ton,” jelas Benyamin.

Selain mengandalkan kerja sama antar daerah, Pemkot Tangsel juga berupaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Saat ini terdapat 49 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST3R), namun hanya 39 yang masih aktif. Dari 400 bank sampah, tercatat 353 yang masih beroperasi.

“Kami dorong peran TPST3R dan bank sampah dari hulu sampai hilir. Penanganan sampah ini harus digeber maksimal,” tegas Benyamin.

Berita Terkait

Pemkot Tangsel Targetkan Bangun 7 SMP Negeri Baru
Bocah Korban Pencabulan di Ciputat Berpotensi Trauma, UPTD PPA Beri Pendampingan Psikologis
Kronologi Maling Motor di Ciputat Kepergok Saat Beraksi Hingga Diamuk Massa
Dua Anggota Brimob Polda Banten Jadi Korban Penganiayaan Diduga Debt Collector
Dindikbud Tangsel Buka Posko Pengaduan SPMB 2026
Siswa yang Tidak Keterima SMP Negeri di Tangsel Dapat Bantuan Rp1,8 Juta Pertahun
Sakit Hati Saat Bermain Voli, Pria di Tangerang Ditusuk Rekan Kerja
Kejagung Dikabarkan Geledah Kantor Badan Gizi Nasional, Karyawan Belum Diizinkan Masuk

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:05 WIB

Pemkot Tangsel Targetkan Bangun 7 SMP Negeri Baru

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:02 WIB

Bocah Korban Pencabulan di Ciputat Berpotensi Trauma, UPTD PPA Beri Pendampingan Psikologis

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:13 WIB

Kronologi Maling Motor di Ciputat Kepergok Saat Beraksi Hingga Diamuk Massa

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:00 WIB

Dindikbud Tangsel Buka Posko Pengaduan SPMB 2026

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:13 WIB

Siswa yang Tidak Keterima SMP Negeri di Tangsel Dapat Bantuan Rp1,8 Juta Pertahun

Berita Terbaru

Info Banten

Pemkot Tangsel Targetkan Bangun 7 SMP Negeri Baru

Kamis, 4 Jun 2026 - 20:05 WIB