Budayawan Uten Sutendy menilai langkah Wakil Wali Kota Tangerang Selatan yang kini menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kota Tangsel sebagai tindakan yang tidak pantas, berlebihan, dan melanggar etika sosial serta semangat kemandirian pemuda.
Menurut Uten, jabatan Wakil Wali Kota adalah posisi tinggi dalam struktur pemerintahan daerah yang membawa tanggung jawab besar terhadap penyelenggaraan kota. Karena itu, pejabat sekelas Wakil Wali Kota tidak selayaknya berebut jabatan lain di organisasi sosial atau ormas, terlebih di wadah pemuda seperti Karang Taruna.
“Jabatan Wali Kota atau Wakil Wali Kota itu sudah tinggi dan berkuasa. Jangan lagi mencari jabatan politik lain di luar itu. Tangsel masih punya banyak persoalan serius yang butuh penanganan bersama. Fokus saja bekerja maksimal menjalankan tugas dan kewajiban sebagai Wali Kota dan Wakil,” tegas Uten Sutendy di Tangerang Selatan, Selasa (21/10/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
⚖️ Langgar Nilai “Dari, Oleh, dan Untuk Masyarakat”
Uten menjelaskan bahwa Karang Taruna bukan bagian dari birokrasi, melainkan organisasi sosial kemasyarakatan yang tumbuh “dari, oleh, dan untuk masyarakat”, sebagaimana diatur dalam Permensos Nomor 25 Tahun 2019.
Dalam ketentuan tersebut, kepala daerah dan wakilnya secara tegas berperan sebagai pembina atau pelindung, bukan ketua pelaksana harian.
“Apalagi cuma menjabat ketua ormas seperti Karang Taruna. Tak perlu lah selevel Wakil Wali Kota pengen jadi ketua. Serahkan jabatan itu kepada anak-anak muda yang masih punya waktu dan energi. Biarkan regenerasi berjalan dan kepemimpinan pemuda Tangsel tumbuh sehat,” ujarnya.
Baca Juga:
Diduga Hendak Lecehkan Bocah, Pria Mabuk di Tangsel Babak Belur Diamuk Massa
Ingin Kuasai Warisan, Anak Tega Bunuh Ibu Kandung di Pamulang
🧩 Rangkap Jabatan dan Ambisi Kekuasaan
Selain menjabat Wakil Wali Kota, Pilar Saga Ichsan saat ini juga memegang sejumlah posisi strategis di berbagai organisasi, antara lain:
Ketua Umum Mahasiswa Pancasila (Mapancas),
Ketua Asprov PSSI Provinsi Banten,
Baca Juga:
Hikvision Hadirkan Guanlan Encoding, Teknologi AI yang Pangkas Biaya Penyimpanan Video hingga 50%
SK Innovation E&S Memimpin Inovasi dalam Ekosistem Startup untuk Pemuda di Indonesia
Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi Banten,
CEO Perserang Football Club,
Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Banten, serta beberapa jabatan lainnya.
Menanggapi hal itu, Uten menilai Pilar sudah terlalu banyak memegang jabatan di luar posisi resminya sebagai Wakil Wali Kota Tangsel.
“Wakil Wali Kota Tangsel itu sudah terlalu banyak jabatan di luar jabatan Wakil Wali Kota. Sudah seharusnya dikurangi agar lebih fokus membantu Wali Kota membenahi pemerintahan kota Tangsel. Bukan malah pengen nambah jadi ketua ini itu lagi,” tegasnya.
Menurut Uten, situasi ini bukan hanya menunjukkan ambisi pribadi yang berlebihan, tetapi juga ketidaksensitifan terhadap etika publik dan moral kepemimpinan.
Baca Juga:
CGTN: 75 Tahun Xizang: Harmoni Pembangunan dan Pelestarian Budaya Ciptakan “Keajaiban di Atap Dunia”
ZTE Rilis Laporan Keberlanjutan 2025, Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat AI
“Sudah terlalu banyak jabatan yang dipegang. Itu bukan prestasi, tapi tanda rakus panggung. Seharusnya pejabat publik tahu batas dan punya rasa malu. Warga Tangsel butuh pemimpin yang fokus bekerja, bukan kolektor jabatan,” katanya dengan nada keras.
🧭 Fokuslah pada Tugas Pemerintahan
Uten mengingatkan agar Pilar Saga Ichsan memusatkan perhatian pada tugasnya sebagai Wakil Wali Kota, membantu Wali Kota dalam membenahi persoalan kota — mulai dari kemacetan, penataan tata ruang, persoalan sampah, hingga pelayanan publik.
“Wakil Wali Kota Pilar fokus saja bekerja dengan baik, memback-up Wali Kota membangun kota dan menyelesaikan agenda masalah yang menumpuk. Kasihan Wali Kota kalau harus berpikir dan bekerja sendiri,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa bila ingin berpolitik, lakukanlah secara cerdas dan elegan, dengan menunjukkan kinerja, prestasi, dan dedikasi nyata kepada warga, bukan dengan menumpuk jabatan di berbagai organisasi.
“Kalau mau berpolitik, ya berpolitiklah dengan prestasi. Tunjukkan dedikasi, layani rakyat, dan selesaikan masalah kota. Itu baru cara berpolitik yang elegan dan terhormat. Pola memperbanyak jabatan di ormas itu gaya lama — norak dan kampungan,” tambahnya.
💬 Kembalikan Karang Taruna ke Pemuda
Menutup pernyataannya, Uten menyerukan agar Wakil Wali Kota mundur dari jabatan Ketua Karang Taruna dan mengembalikannya kepada pemuda Tangsel.
“Kalau betul mencintai pemuda Tangsel, berilah mereka ruang untuk memimpin. Jangan rebut semua panggung. Pemimpin sejati tahu kapan harus maju, dan tahu kapan harus memberi kesempatan kepada generasi penerus,” pungkasnya.











