Luapan Sungai Rendam Serang, Ribuan Warga Terdampak hingga Masjid Agung Banten Lama

- Pewarta

Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masjid Agung Banten Terendam Banjir

Masjid Agung Banten Terendam Banjir

HARIANBANTEN – Banjir besar melanda Kota Serang, Banten, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam (2/1/2026). Luapan sungai dan saluran air yang tak mampu menampung debit air membuat banjir meluas, merendam ribuan rumah warga hingga menjalar ke kawasan bersejarah Masjid Agung Banten Lama.

 

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat sedikitnya 1.023 rumah terendam banjir, dengan total 3.033 jiwa dari 1.087 kepala keluarga terdampak. Wilayah terdampak tersebar di sejumlah titik rawan banjir, terutama di Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang. Di beberapa lokasi, ketinggian air dilaporkan mencapai 60 sentimeter hingga satu meter, memaksa warga menghentikan aktivitas dan menyelamatkan barang-barang berharga.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Nana Sukmana, menyebut curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama menjadi pemicu utama banjir.

 

“Total rumah yang terdampak sebanyak 1.023 unit dan jumlah warga terdampak mencapai lebih dari tiga ribu orang. Air naik cepat setelah hujan deras mengguyur sejak malam,” ujar Nana, Sabtu (3/1/2026).

 

Dampak banjir tidak hanya dirasakan di permukiman warga. Kawasan Masjid Agung Banten Lama, salah satu destinasi wisata religi utama di Banten, turut terendam. Air luapan sungai masuk ke area pelataran masjid dan pemakaman keramat di sekitarnya dengan ketinggian mencapai mata kaki, sehingga mengganggu aktivitas ibadah dan ziarah.

 

Plt Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menjelaskan bahwa genangan di kawasan Banten Lama dipicu oleh luapan kali dan sistem drainase yang tidak optimal menampung debit air.

 

“Air masih menggenangi pelataran masjid dengan ketinggian sekitar semata kaki. Ini akibat luapan sungai dan saluran air yang tidak mampu menampung debit hujan,” kata Diat.

 

Air juga merendam ratusan makam di area pemakaman, meski makam para Sultan Banten dipastikan dalam kondisi aman karena berada di titik yang lebih tinggi. Seorang warga setempat, Iman, mengatakan air mulai naik sejak sore hari dan terus meluas hingga malam.

 

“Sejak sore air sudah naik dan merendam makam-makam. Tapi makam para sultan aman karena posisinya lebih tinggi,” ujarnya.

 

Selain rumah dan kawasan wisata religi, sejumlah fasilitas umum, termasuk beberapa sekolah dasar, turut terdampak banjir. Hingga Sabtu malam, petugas BPBD bersama unsur terkait masih bersiaga di lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan, evakuasi warga, serta pendataan lanjutan.

 

Meski di beberapa titik air mulai berangsur surut, masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dan dapat memicu banjir susulan.

Berita Terkait

Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus
Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang
31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal
DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD
2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?
Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:34 WIB

31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:04 WIB

DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal

Berita Terbaru