Pemilik Gudang Pestisida Di Tangsel Netralisir Sungai Imbas Pencemaran

- Pewarta

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Setu, Erwin Gemala Putra,

Camat Setu, Erwin Gemala Putra,

HARIANBANTEN – PT Biotek Saranatama menyatakan komitmennya untuk melakukan penetralan air sungai yang tercemar pasca kebakaran gudang penyimpanan pestisida di kawasan Pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Kebakaran tersebut diduga menyebabkan sejumlah zat kimia masuk ke aliran Sungai Jaletreng hingga Cisadane dan memicu kematian biota air.

Komitmen itu disampaikan dalam rapat koordinasi lintas instansi yang dipimpin Camat Setu, Erwin Gemala Putra, Selasa (11/2), yang dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, pengelola kawasan pergudangan, serta perwakilan PT Biotek Saranatama.

Erwin mengatakan, dalam forum tersebut disepakati bahwa PT Biotek bertanggung jawab menyiapkan formulasi zat penawar guna menetralisir kandungan kimia yang telah mencemari daerah aliran sungai.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“PT Biotek akan mencarikan penawar untuk menetralisir air yang sudah berada di aliran sungai, supaya kondisi air bisa kembali aman dan tidak berdampak pada masyarakat,” ujar Erwin Gemala Putra.

Ia menegaskan, langkah penanganan harus dilakukan secara hati-hati dan terukur agar tidak menimbulkan dampak lanjutan terhadap lingkungan maupun kesehatan warga.

Berdasarkan hasil rapat, diketahui gudang yang terbakar menyimpan tiga jenis bahan kimia, yakni DELSTAR MARINA 500 EC, RODEX 0.005 BB Bromadiolone, dan AVENGER 50 SC Fipronil.

Sementara itu, Manajer Operasional PT Biotek Saranatama, Luki, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan langkah teknis penanganan dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Kami sudah berkoordinasi dan menyiapkan bahan kimia untuk penetralan. Selain itu, karbon aktif akan ditempatkan di beberapa titik aliran sungai untuk membantu penyerapan,” kata Luki.

Ia menegaskan, kebakaran hanya terjadi pada gudang penyimpanan, bukan fasilitas produksi, serta memastikan seluruh legalitas perusahaan lengkap dan terdaftar di kementerian terkait.

Berita Terkait

31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal
DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD
2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?
Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel
Warga Serpong Lagoon yang Alami Muntaber Kembali Bertambah Jadi 176, 2 Anak Masih Dirawat
Warga Lagoon Serpong Tuntut Kompensasi Muntaber Massal, Wakil Walikota Tangsel Minta Perusahaan Bertanggung Jawab
Kabar Baik! Tiga Bulan Lagi Pengelolaan Air Serpong Lagoon Diambil Alih PITS

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:34 WIB

31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:04 WIB

DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:22 WIB

DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:35 WIB

2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel

Berita Terbaru

Info Banten

2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:35 WIB