HARIANBANTEN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Pandeglang 4 mendadak menjadi sorotan setelah ditemukan ulat sayur hidup di dalam salah satu menu yang dibagikan kepada siswa, Kamis (12/2/2026). Temuan tersebut membuat siswa terkejut dan sebagian memilih tidak menghabiskan makanan mereka.
Ulat berwarna hijau itu diketahui berada di dalam ompreng sebelum sempat dikonsumsi. Kejadian tersebut segera dilaporkan pihak sekolah kepada dapur penyedia MBG, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tenjolaya, Kecamatan Pandeglang.
Kepala SDN Pandeglang 4, Ayoh Maesaroh, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menegaskan pihak sekolah langsung menyampaikan komplain agar menjadi bahan evaluasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Benar, ada ulat di salah satu menu. Anak-anak jadi khawatir dan banyak yang tidak makan. Kami sudah langsung menyampaikan ke pihak dapur,” ujarnya.
Menurutnya, program MBG sangat membantu pemenuhan gizi siswa, namun aspek kebersihan dan pengawasan harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Kekhawatiran juga disampaikan orang tua siswa. Salah satu wali murid, Rina Kartika, berharap ada peningkatan kontrol kualitas dalam proses pengolahan makanan. “Programnya bagus, tapi kebersihan harus jadi prioritas,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pengelola SPPG Tenjolaya, Panca Adi Nugroho, belum memberikan tanggapan resmi atas insiden tersebut.
Baca Juga:
Dua Alumni Peking University Raih “Fields Medal”, Sebanyak 14 Akademisi PKU Tampil di ICM 2026
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG agar tujuan peningkatan gizi siswa tidak tercoreng oleh kelalaian teknis.







