HARIAN BANTEN – Pasca momen Lebaran 2026, tekanan harga di Provinsi Banten mulai terasa. Data terbaru menunjukkan inflasi daerah ini melampaui angka nasional, memicu kekhawatiran soal daya beli masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan Banten pada Maret 2026 mencapai 0,47 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 0,41 persen. Sementara secara tahunan (year on year), inflasi Banten tercatat sebesar 3,55 persen, sedikit melampaui capaian nasional sebesar 3,48 persen. Kondisi ini menandakan adanya tekanan harga yang meningkat setelah periode Hari Raya Idulfitri.
“Untuk inflasi tahunan, Banten juga sedikit lebih tinggi dari nasional yaitu 3,55 persen, menunjukkan adanya peningkatan harga yang cukup signifikan dalam setahun terakhir.” ucap Yusniar Juliana Kepala BPS Provinsi Banten dalam dialog bersama RRI Banten, Rabu, 8 April 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kenaikan inflasi tersebut dipicu oleh faktor musiman, terutama lonjakan konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran. Permintaan yang meningkat berdampak langsung terhadap harga sejumlah komoditas, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami kenaikan sebesar 1,09 persen. Selain itu, sektor transportasi juga ikut terdongkrak seiring tingginya mobilitas masyarakat saat arus mudik dan balik.
“Inflasi bulan ke bulan di Banten sebesar 0,47 persen dan ini berada di atas rata-rata nasional,” ujar Yusniar.
Kenaikan inflasi ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga, terutama pada komoditas utama, agar daya beli masyarakat tetap terjaga pasca Lebaran.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
Sumber Berita: rri.co.id








