HARIAN BANTEN – Kenaikan harga plastik di pasaran ternyata tak melulu jadi kabar buruk. Di Kota Serang, kondisi ini justru dipandang sebagai peluang besar untuk mengubah kebiasaan masyarakat menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang menilai lonjakan harga plastik saat ini dapat menjadi momentum penting untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kepala Dinas LH Kota Serang, Farach Richi, menyebut fenomena ekonomi ini seharusnya membuka kesadaran masyarakat agar mulai beralih ke kemasan yang lebih berkelanjutan.
“Fenomena ekonomi ini semestinya mendorong masyarakat untuk berpikir ulang dalam menggunakan plastik sekali pakai dan mulai melirik kemasan yang lebih berkelanjutan,” kata Farach di Serang, Kamis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia pun mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan penggunaan wadah tradisional berbahan alami seperti besek dan anyaman bambu, yang dinilai tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga bagian dari warisan budaya yang mulai ditinggalkan.
“Kami mengajak kepada masyarakat, bahwa tradisi budaya kita itu tidak menggunakan plastik. Kita menggunakan wadah yang ramah lingkungan seperti besek atau anyaman bambu,” tuturnya.
Alternatif Wadah Ramah Lingkungan
Farach juga menjelaskan bahwa penggunaan bahan alami akan membantu mengurangi beban lingkungan karena lebih mudah terurai dibandingkan plastik yang membutuhkan waktu sangat lama untuk hancur.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
“Yang pasti timbulan sampahnya berkurang. Alam juga untuk mengelola sampahnya akan lebih cepat,” jelas Farach.
Sebagai langkah konkret, DLH Kota Serang berkomitmen untuk mendukung masyarakat dengan menyediakan wadah non-plastik yang bisa digunakan berulang kali. Upaya ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi dampak sampah plastik.
Kenaikan harga plastik bisa jadi titik balik perubahan. Di tengah tantangan ekonomi, ada peluang besar untuk kembali ke kebiasaan lama yang lebih bijak—demi lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Gas Subsidi Disulap Jadi LPG 12 Kg! Pertamina Langsung Putus Kontrak Pangkalan Nakal
20 Truk Disalurkan ke Koperasi Merah Putih Cilegon, Harga Pangan Siap Ditekan!
Ruang Kelas Tak Ada, Puluhan Siswa Siswa SD di Pandeglang Belajar di Musala
Sumber Berita: banten.antaranews.com








