Geger! Pemenang Proyek Rp10 M Diduga Pakai Alamat Fiktif, DPUPR Banten Disorot

- Pewarta

Sabtu, 4 April 2026 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN – Sebuah proyek pembangunan jembatan bernilai miliaran rupiah di Banten mendadak menjadi sorotan. Pemenang tendernya diduga menggunakan alamat kantor yang tak jelas keberadaannya, memicu tanda tanya besar soal transparansi proses pengadaan.

Proses pengadaan proyek pembangunan jembatan di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang dengan nilai Rp10,88 miliar menuai polemik. CV Kopi Pait yang keluar sebagai pemenang tender dari Dinas PUPR Provinsi Banten diduga mencantumkan alamat kantor yang tidak dapat diverifikasi. Berdasarkan penelusuran jurnalis pada Rabu (1/4/2026), lokasi yang tertera di Kampung Kronjo, Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang tidak menunjukkan keberadaan kantor maupun papan identitas perusahaan, bahkan tidak terdeteksi di layanan peta digital.

Kepala Desa Kronjo, Jueni, mengaku tidak mengetahui keberadaan perusahaan tersebut di wilayahnya.
“Biasanya kalau ada perusahaan, ada pemberitahuan ke RT, RW, hingga ke desa. Namun untuk yang ini tidak ada sama sekali,” ujar Jueni dikutip Serangtimur.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyebut nama-nama pengurus yang tercantum dalam dokumen perusahaan tidak dikenal sebagai warga setempat.
“Nama-nama itu tidak saya kenal, dan setahu saya bukan warga sini,” ungkapnya.

Menurut Jueni, perusahaan yang benar-benar beroperasi umumnya memiliki identitas jelas dan terdaftar secara administratif.
“Kalau memang perusahaan, seharusnya jelas legalitasnya dan terdaftar. Ini tidak ada informasi di tingkat RT maupun desa,” katanya.

Kasus ini menambah daftar panjang sorotan terhadap proses pengadaan proyek pemerintah. Evaluasi menyeluruh dari DPUPR Provinsi Banten dinilai penting agar transparansi dan akuntabilitas tetap terjaga, sekaligus mencegah potensi penyimpangan di masa depan.

Sumber Berita: serangtimur.co.id

Berita Terkait

Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Belum Lapor Polisi, Kapolres: Penegakan Hukum Upaya Terakhir
Air Tercemar Sebabkan Muntaber Massal, Warga Serpong Lagoon Tuntut Kompensasi Rp539 Juta
Korban dan Terduga Pelaku Perundungan SMPN 10 Tangsel Tergabung dalam Geng ‘The Ladies’
14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis
Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi
Tiang Beton di Jalan Serpong Roboh, Diduga Gegara Kabel Ketarik Truk
Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Korban Perundungan SMPN 10 Tangsel Belum Lapor Polisi, Kapolres: Penegakan Hukum Upaya Terakhir

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Air Tercemar Sebabkan Muntaber Massal, Warga Serpong Lagoon Tuntut Kompensasi Rp539 Juta

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Korban dan Terduga Pelaku Perundungan SMPN 10 Tangsel Tergabung dalam Geng ‘The Ladies’

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:08 WIB

14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi

Berita Terbaru