Ruang Kelas Tak Ada, Puluhan Siswa Siswa SD di Pandeglang Belajar di Musala

- Pewarta

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN – Sudah dua tahun berlalu, namun puluhan siswa di sebuah sekolah dasar di Pandeglang masih harus belajar di tempat yang jauh dari kata layak. Musala kini berubah fungsi menjadi ruang kelas darurat.

Kondisi memprihatinkan dialami siswa kelas V SDN 02 Karyabuana, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang. Sejak dua tahun terakhir, kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan di dalam musala akibat keterbatasan ruang kelas. Ruangan yang sempit dengan lantai semen membuat siswa harus duduk berdesakan, ditambah sirkulasi udara yang kurang memadai sehingga suasana belajar sering terasa pengap, terutama saat siang hari.

Salah satu siswa, Daffa, mengaku kondisi tersebut cukup mengganggu proses belajarnya.
“Rasanya tidak nyaman karena sempit, jadi agak terganggu kalau sedang belajar,” ujarnya saat ditemui di sela pelajaran, Kamis 16 April 2026.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala SDN 02 Karyabuana, Siti Ulfah, menjelaskan bahwa pihak sekolah sudah berupaya mengajukan pembangunan ruang kelas baru ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang.
“Kami sudah membagi siswa menjadi dua rombongan belajar sebagai antisipasi. Satu menempati bangunan yang sudah tidak layak, dan satu lagi terpaksa di musala. Padahal musala ini sifatnya darurat, bahkan siswa kelas satu juga harus mengalami pembagian ruang serupa karena gedung tidak mencukupi,” jelasnya.

Ia juga menyebut jumlah siswa yang mencapai 265 orang tidak sebanding dengan fasilitas yang tersedia. Usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) bahkan sempat dijanjikan terealisasi tahun lalu, namun hingga kini belum ada kepastian pembangunan.

Kini, harapan besar tertuju pada pemerintah agar segera menghadirkan ruang kelas yang layak. Sebab, pendidikan yang nyaman bukan sekadar fasilitas, melainkan hak dasar setiap anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Sumber Berita: rri.co.id

Berita Terkait

Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
20 Truk Disalurkan ke Koperasi Merah Putih Cilegon, Harga Pangan Siap Ditekan!
Pemerintah Siapkan 5 Kampung Nelayan Modern di Tangerang, Ada Pabrik Es!
Takut Keracunan MBG? Pelajar Ini Jawab dengan Teknologi Canggih Berbasis AI
25 Tahun Terabaikan! Jalan Nyikambang Cilegon Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini
Gudang Gas Oplosan Digerebek! Polda Banten Bongkar Praktik Curang LPG 3 Kg di Lebak
Kasasi Dikabulkan! Status Lahan Situ Ranca Gede Berbalik, Fakta Lapangan Bikin Bingung
WN Inggris Ngamuk di Ciputat, Bawa Sajam & Ternyata Overstay 174 Hari!

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

20 Truk Disalurkan ke Koperasi Merah Putih Cilegon, Harga Pangan Siap Ditekan!

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

Ruang Kelas Tak Ada, Puluhan Siswa Siswa SD di Pandeglang Belajar di Musala

Jumat, 17 April 2026 - 15:29 WIB

Pemerintah Siapkan 5 Kampung Nelayan Modern di Tangerang, Ada Pabrik Es!

Kamis, 16 April 2026 - 15:50 WIB

Takut Keracunan MBG? Pelajar Ini Jawab dengan Teknologi Canggih Berbasis AI

Berita Terbaru