HARIAN BANTEN – Sudah dua tahun berlalu, namun puluhan siswa di sebuah sekolah dasar di Pandeglang masih harus belajar di tempat yang jauh dari kata layak. Musala kini berubah fungsi menjadi ruang kelas darurat.
Kondisi memprihatinkan dialami siswa kelas V SDN 02 Karyabuana, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang. Sejak dua tahun terakhir, kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan di dalam musala akibat keterbatasan ruang kelas. Ruangan yang sempit dengan lantai semen membuat siswa harus duduk berdesakan, ditambah sirkulasi udara yang kurang memadai sehingga suasana belajar sering terasa pengap, terutama saat siang hari.
Salah satu siswa, Daffa, mengaku kondisi tersebut cukup mengganggu proses belajarnya.
“Rasanya tidak nyaman karena sempit, jadi agak terganggu kalau sedang belajar,” ujarnya saat ditemui di sela pelajaran, Kamis 16 April 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SDN 02 Karyabuana, Siti Ulfah, menjelaskan bahwa pihak sekolah sudah berupaya mengajukan pembangunan ruang kelas baru ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang.
“Kami sudah membagi siswa menjadi dua rombongan belajar sebagai antisipasi. Satu menempati bangunan yang sudah tidak layak, dan satu lagi terpaksa di musala. Padahal musala ini sifatnya darurat, bahkan siswa kelas satu juga harus mengalami pembagian ruang serupa karena gedung tidak mencukupi,” jelasnya.
Ia juga menyebut jumlah siswa yang mencapai 265 orang tidak sebanding dengan fasilitas yang tersedia. Usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) bahkan sempat dijanjikan terealisasi tahun lalu, namun hingga kini belum ada kepastian pembangunan.
Kini, harapan besar tertuju pada pemerintah agar segera menghadirkan ruang kelas yang layak. Sebab, pendidikan yang nyaman bukan sekadar fasilitas, melainkan hak dasar setiap anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Sumber Berita: rri.co.id







