Legislator PDIP Usul BPJS Digratiskan, Bandingkan Dengan MBG

- Pewarta

Kamis, 16 April 2026 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN – Isu akses kesehatan kembali memanas setelah muncul usulan mengejutkan dari parlemen: iuran BPJS Kesehatan diminta digratiskan sepenuhnya oleh pemerintah. Alasannya tak main-main, anggaran negara dinilai sanggup menanggungnya.

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, mengusulkan agar pemerintah mengambil alih seluruh pembiayaan iuran BPJS Kesehatan. Menurutnya, kebijakan ini bisa menjadi solusi atas persoalan klasik pendataan peserta yang selama ini dinilai rumit dan kerap tidak tepat sasaran.

Ia menilai sistem klasifikasi berdasarkan kemampuan ekonomi justru memicu berbagai masalah di lapangan, mulai dari data yang tidak akurat hingga masyarakat yang layak menerima bantuan justru terlewat. Dengan skema gratis untuk semua, pemerintah dinilai dapat memangkas kerumitan birokrasi sekaligus memperluas akses layanan kesehatan secara merata.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudahlah, sekaligus pemerintah biayai saja semuanya. Iuran kepesertaan BPJS Kesehatan dibiayai pemerintah” ujar Charles dalam rapat kerja dengan Kementrian Kesehatan, Rabu, 15 April 2026 di Gedung Parlemen, Jakarta.

Ia juga menegaskan bahwa secara fiskal, pemerintah memiliki kemampuan untuk menanggung beban tersebut. Charles bahkan membandingkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut menyerap anggaran besar hingga ratusan triliun rupiah.

“Mampu pak, program lain (MBG) mala dipakai untuk motor trail. Ini untuk kesehatan rakyat” kata Charles kepada Menkes, Budi Gunawan.

“Jadi saya sarankan sekali lagi , daripada kita berdebat soal ini terus-menerus ini nggak selesai. Lebih baik pemerintah merencanakan kedepan, bagaimana kalau 100 persen kepesertaan BPJS Kesehatan dibiayai oleh negara” pungkasnya.

Usulan ini membuka kembali perdebatan soal prioritas anggaran negara. Di tengah kebutuhan layanan kesehatan yang merata, publik kini menanti apakah pemerintah akan mempertimbangkan langkah besar tersebut atau tetap bertahan dengan skema yang ada.

Sumber Berita: lambeturah.co.id

Berita Terkait

Pria Gali Makam Ibu Kandung Di Sengkol Dicari Polisi, Ini Penyebabnya
Ngaku Bisa Gandakan Uang Rp200 Ribu Jadi Rp1 Miliar, “Eyang Sapu Jagad” di Tangsel Ditangkap Usai Diduga Lecehkan Korban
Sinar Mas Land Kembali Raih Penghargaan Tertinggi di 3G Awards 2026
Hunian premium Botanic Villa di NavaPark, BSD City, Sukses Terjual Habis Hanya Dalam Waktu Kurang Dari Lima Bulan Sejak Diluncurkan pada Oktober 2025.
Sekda Tangsel Habis Masa Jabatan 19 April 2026, Diperpanjang atau Diganti?
Rano Alfath Desak Polisi Tangkap Pengasuh Pondok Pesantren di Pati yang Cabuli Puluhan Santriwati
Tak Mau Terulang, Bekasi Siapkan Sensor Canggih di Perlintasan Liar KRL
Usai Kecelakaan Maut, KRL Bekasi Timur–Cikarang Siap Beroperasi Siang Ini
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:03 WIB

Pria Gali Makam Ibu Kandung Di Sengkol Dicari Polisi, Ini Penyebabnya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:34 WIB

Ngaku Bisa Gandakan Uang Rp200 Ribu Jadi Rp1 Miliar, “Eyang Sapu Jagad” di Tangsel Ditangkap Usai Diduga Lecehkan Korban

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:11 WIB

Sinar Mas Land Kembali Raih Penghargaan Tertinggi di 3G Awards 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:58 WIB

Hunian premium Botanic Villa di NavaPark, BSD City, Sukses Terjual Habis Hanya Dalam Waktu Kurang Dari Lima Bulan Sejak Diluncurkan pada Oktober 2025.

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:52 WIB

Sekda Tangsel Habis Masa Jabatan 19 April 2026, Diperpanjang atau Diganti?

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan,

Info Banten

Sekda Banten Tegaskan Tak Ada Open Bidding Sekda Tangsel

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:58 WIB