HARIANBANTEN.COM – Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) turut menyoroti wacana pemecahan daerah pemilihan (dapil) Pamulang menjelang kontestasi Pemilu 2029.
Ketua Fraksi DPRD Kota Tangsel, Rizki Jonis mengatakan, pemecahan dapil akan membuat medan pertempuran menjadi berbeda meski masih dalam satu wilayah kecamatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu akan membuat mesin politik bekerja lebih ekstra dan kebutuhan logistik kampanye bertambah, sehingga hal itu membuat biaya politik akan membengkak.
“Kompetisi politik makin keras dan mahal. Selain itu basis sosial politik masyarakat menjadi terfragmentasi,” kata Rizki Jonis, ketika dikonfirkasi, Selasa, 12 Mei 2026.
Baca Juga:
PPPK Paruh Waktu Lebak Mengeluh, Ada yang Hanya Terima Rp500 Ribu
Penghuni Apartemen Green Lake Ciputat Ditemukan Tak Bernyawa, Terungkap Usai Bau Menyengat Menyebar
Ia mengungkapkan, meski pemecahan dapil Pamulang memiliki sisi positif dari aspek representasi wilayah. Namun wacana itu juga akan memunculkan kelemahan yang harus dipertimbangkan dengan matang.
Pada kontestasi tahun 2024 lalu, kursi dapil Pamulang yang sebelumnya 12 kursi dialihkan satu kursi ke dapil Serpong-Setu,
Baca Juga:
Golkar Dorong Pemekaran Wilayah Ketimbang Pecah Dapil Pamulang
Soal Wacana Pecah Dapil Pamulang, KPU Tangsel Masih Tunggu PKPU
Jika nanti kontestasi politik 2029 dapil dipecah, maka kekuatan suara politik Pamulang bisa terbelah yang akan berdampak pada melemahnya bergaining politik.
“Dalam politik legislatif, jumlah kursi sangat menentukan kekuatan lobi anggaran, distribusi program pembangunan, dan pengaruh dalam alat kelengkapan dewan,” terangnya.
Tak hanya itu, jika saat ini Pamulang masih menjadi dapil besar, maka upaya memperjuangkan aspirasi dan permasalahan wilayah dapat dilakukan secara solid.
Baca Juga:
Antisipasi Penyebaran Penyakit, Seluruh Hewan Kurban di Tangsel Akan Diperiksa Kesehatan
Sebaliknya, jika dipecah maka aspirasi bisa parsial, prioritas pembangunan berbeda, hingga koordinasi antarwakil rakyat lebih kompleks.
Di samping itu, nantinya perebutan tiket menuju DPRD juga dinilai akan semakin keras yang akan berdampak pada minimnya peluang terhadap calon anggota legislatif (caleg) baru dan partai kecil.
“Kompetisi akan semakin keras, peluang caleg menengah dan baru makin sulit, partai kecil semakin berat memperoleh kursi,” pungkasnya.










