HARIANBANTEN.COM – Seluruh hewan kurban di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dipastikan akan dilakukan pemeriksan kesehatan. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya hewan yang terserang penyakit.
Kepala UPT Puskeswan pada Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Tangsel, Pipit Surya Yuniar mengatakan, proses pemeriksaan akan dilakukan dengan mendatangi lapak penjualan hewan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk pengawasan kesehatan hewan kurban sendiri di lapak-lapak kita sudah mulai ini dari beberapa hari yang lalu kita sudah mulai menyisir,” kata Pipit, Senin, 11 Mei 2026.
Pipit menjelaskan, saat ini pihaknya masih fokus melakukan pendataan lapak penjualan hewan kurban yang ada di Kota Tangsel.
Baca Juga:
Dahua Technology Pamerkan “Visible AI in New Energy” di Intersolar Europe 2026
CGTN: “China Opportunity 2.0” Buka Peluang Pertumbuhan Baru bagi Dunia Usaha Global
Penjual Obat Keras Berkedok Toko Sembako Digerebek Polisi, 2 Orang Ditangkap
Pada tahun 2025, lapak hewan kurban di Tangsel tercatat kurang lebih ada 370 lapak dengan total hewan masuk sekira 20.000.
“Tapi kalau 2026 ini kita belum tahu. Karena sampai 30 April ini saja, lapak hewan kurban yang masuk masih sekitar 1.300 ekor,” ungkapnya.
Baca Juga:
Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industri Vape Ganja Beromzet Rp10 Miliar per Bulan
Pemkab Lebak Gelontorkan Rp 75 M untuk Pembangunan 53 Ruas Jalan
Berdasarkan pengalamannya, hewan yang masuk ke Kota Tangsel biasanya terdiri dari berbagai wilayah, mulai dari Jawa Timur, Lampung, hingga NTB.
“Untuk penyakit LSD kita memang sudah lama tidak ada laporan. Dari dulu memang sudah zero case. Kemudian kalau untuk PMK, kita masih rutin vaksinasi,” tuturnya.
“Dari Januari sampai April itu sudah kita sekitar 250-an ekor yang kita vaksinkan itu kita utamakan ternak-ternak yang ada di sini dulu. Jadi kalau untuk ternak yang datang kan biasanya persyaratannya sudah divaksin di daerah asalnya,” pungkasnya.









