HARIANBANTEN.COM – Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) turut menyoroti wacana pemecahan daerah pemilihan (dapil) Pamulang menjelang kontestasi Pemilu 2029.
Ketua Fraksi DPRD Kota Tangsel, Rizki Jonis mengatakan, pemecahan dapil akan membuat medan pertempuran menjadi berbeda meski masih dalam satu wilayah kecamatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu akan membuat mesin politik bekerja lebih ekstra dan kebutuhan logistik kampanye bertambah, sehingga hal itu membuat biaya politik akan membengkak.
“Kompetisi politik makin keras dan mahal. Selain itu basis sosial politik masyarakat menjadi terfragmentasi,” kata Rizki Jonis, ketika dikonfirkasi, Selasa, 12 Mei 2026.
Baca Juga:
Komisi I DPRD Tangsel Temukan 2 Lapangan Padel Tak Berizin, Minta Satpol PP Panggil Pemilik
Pembebasan Lahan Belum Terlaksana, Ground Breaking PSEL TPA Cipeucang Ditargetkan 2028
Ia mengungkapkan, meski pemecahan dapil Pamulang memiliki sisi positif dari aspek representasi wilayah. Namun wacana itu juga akan memunculkan kelemahan yang harus dipertimbangkan dengan matang.
Pada kontestasi tahun 2024 lalu, kursi dapil Pamulang yang sebelumnya 12 kursi dialihkan satu kursi ke dapil Serpong-Setu,
Baca Juga:
Pemkot Siapkan Dana Rp40 Miliar, Pembebasan Lahan Cipeucang Masuk Tahap Awal
Benyamin Beberkan SiLPA Tangsel 2025 Capai Rp478 Miliar
Xinhua Silk Road: Pekan Budaya Digelar di Tiongkok Bagian Tenggara, Perkuat Hubungan Lintas-Selat
Jika nanti kontestasi politik 2029 dapil dipecah, maka kekuatan suara politik Pamulang bisa terbelah yang akan berdampak pada melemahnya bergaining politik.
“Dalam politik legislatif, jumlah kursi sangat menentukan kekuatan lobi anggaran, distribusi program pembangunan, dan pengaruh dalam alat kelengkapan dewan,” terangnya.
Tak hanya itu, jika saat ini Pamulang masih menjadi dapil besar, maka upaya memperjuangkan aspirasi dan permasalahan wilayah dapat dilakukan secara solid.
Baca Juga:
GP Ansor Nilai Perpanjangan Sekda Tangsel Tertutup, Akan Layangkan Keberatan ke Gubernur Banten
Emas 30.000 Ton Ditemukan di Banten, Kekayaannya Lama Dikuasai Pihak Asing
Sebaliknya, jika dipecah maka aspirasi bisa parsial, prioritas pembangunan berbeda, hingga koordinasi antarwakil rakyat lebih kompleks.
Di samping itu, nantinya perebutan tiket menuju DPRD juga dinilai akan semakin keras yang akan berdampak pada minimnya peluang terhadap calon anggota legislatif (caleg) baru dan partai kecil.
“Kompetisi akan semakin keras, peluang caleg menengah dan baru makin sulit, partai kecil semakin berat memperoleh kursi,” pungkasnya.










