Soal Wacana Pecah Dapil Pamulang, KPU Tangsel Masih Tunggu PKPU

- Pewarta

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) belum dapat memastikan terkait wacana pemecahan daerah pemilihan (dapil) pada Pemilu 2029, termasuk kemungkinan pemecahan dapil Pamulang yang belakangan mulai diperbincangkan.

 

Ketua KPU Tangsel mengatakan hingga saat ini belum ada dasar hukum maupun aturan teknis yang mengatur soal penataan dapil untuk Pemilu 2029.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Belum ada juklak-juknisnya, UU-nya juga belum ada. Kita juga belum terima tahapan DAK 2 untuk jadi basis penghitungan BPP,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (11/5/2026).

 

Ia menjelaskan, penataan dapil tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus mengacu pada sejumlah indikator, mulai dari jumlah penduduk, bilangan pembagi pemilih (BPP), hingga regulasi resmi dari pemerintah dan KPU RI.

 

Karena itu, pihaknya belum dapat memberikan pernyataan lebih jauh terkait kemungkinan pemecahan dapil di wilayah Tangsel.

 

“Belum berani statement, karena belum ada dasar hukum dan PKPU yang mengatur terkait itu,” ujarnya.

 

Meski demikian, wacana pemecahan dapil mulai menjadi perhatian publik seiring tingginya jumlah pemilih di sejumlah wilayah Tangsel, khususnya Pamulang dan Pondok Aren.

 

Berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Triwulan I Tahun 2026, jumlah pemilih di Kecamatan Pamulang mencapai 252.965 jiwa.

 

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Tangsel M. Acep menyebut pemecahan dapil memungkinkan terjadi tergantung perkembangan jumlah penduduk dan hasil rekayasa dapil yang nantinya dilakukan KPU.

 

“Kalau melihat Pemilu 2024 dan jumlah penduduk yang padat, ya Pondok Aren dan Pamulang,” kata Acep.

Berita Terkait

Direktur Speak Up Nilai Perjanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bertentangan Dengan Prinsip Meritokrasi ASN
PPPK Paruh Waktu Lebak Mengeluh, Ada yang Hanya Terima Rp500 Ribu
Penghuni Apartemen Green Lake Ciputat Ditemukan Tak Bernyawa, Terungkap Usai Bau Menyengat Menyebar
Golkar Dorong Pemekaran Wilayah Ketimbang Pecah Dapil Pamulang
Antisipasi Penyebaran Penyakit, Seluruh Hewan Kurban di Tangsel Akan Diperiksa Kesehatan
Maling Bobol Yayasan Anak Berkebutuhan Khusus di Tangsel
Pemilu 2029, Dapil Pamulang Diwacanakan Dipecah
Website Disdukcapil Tangsel Diretas, Muncul Promosi Judi Online Saat Diakses

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:39 WIB

Direktur Speak Up Nilai Perjanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bertentangan Dengan Prinsip Meritokrasi ASN

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:06 WIB

PPPK Paruh Waktu Lebak Mengeluh, Ada yang Hanya Terima Rp500 Ribu

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:05 WIB

Penghuni Apartemen Green Lake Ciputat Ditemukan Tak Bernyawa, Terungkap Usai Bau Menyengat Menyebar

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:21 WIB

Golkar Dorong Pemekaran Wilayah Ketimbang Pecah Dapil Pamulang

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:51 WIB

Soal Wacana Pecah Dapil Pamulang, KPU Tangsel Masih Tunggu PKPU

Berita Terbaru

Info Banten

PPPK Paruh Waktu Lebak Mengeluh, Ada yang Hanya Terima Rp500 Ribu

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:06 WIB

Info Banten

Golkar Dorong Pemekaran Wilayah Ketimbang Pecah Dapil Pamulang

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:21 WIB

Info Banten

Soal Wacana Pecah Dapil Pamulang, KPU Tangsel Masih Tunggu PKPU

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:51 WIB