Menara Rp Miliaran yang Sepi: City Gallery Tangsel Antara Ikon Kota dan Monumen Ambisi

- Pewarta

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pantauan harianbanten.com terhadap bangunan City Galery Tangsel, Jumat (19/6/2026)

Pantauan harianbanten.com terhadap bangunan City Galery Tangsel, Jumat (19/6/2026)

Harian Banten -Di jantung Kota Tangerang Selatan, tepat di samping Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot), berdiri sebuah bangunan yang sulit diabaikan. Menjulang setinggi 13 lantai, dengan dominasi kaca dan desain modern, Menara Pandang dan City Gallery Tangsel seolah menjadi penanda bahwa kota ini telah bertransformasi menjadi daerah perkotaan yang maju dan berkembang.

Bangunan itu berdiri gagah di Jalan Maruga Raya, Serua, Ciputat. Dari kejauhan, siapa pun yang melintas akan langsung melihatnya. Ia tampak seperti simbol kemajuan. Sebuah landmark yang dibangun untuk menunjukkan identitas sebuah kota yang baru berusia belasan tahun.

Namun pada Jumat (19/6/2026), suasana yang terlihat di lokasi justru menghadirkan ironi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pintu-pintu bangunan tertutup rapat. Beberapa akses masuk terkunci. Tak terlihat keramaian pengunjung. Tidak ada antrean warga yang ingin menikmati pemandangan dari menara pandang. Tidak tampak rombongan pelajar yang datang untuk belajar sejarah kota. Bahkan di sekitar area bangunan, suasana terasa lengang.

Sebagian area memang terlihat bersih dan terawat. Namun di beberapa sudut, tanaman merambat mulai tumbuh dan menempel pada bagian bangunan. Pemandangan itu menghadirkan kesan bahwa waktu berjalan lebih cepat dibanding aktivitas yang seharusnya menghidupkan tempat tersebut.

Padahal enam tahun lalu, bangunan ini lahir dengan mimpi yang besar.

Mimpi Besar Sebuah Kota Baru

Ketika diresmikan oleh Wali Kota Tangerang Selatan saat itu, Airin Rachmi Diany, pada 7 Desember 2020, Menara Pandang dan City Gallery diperkenalkan sebagai salah satu ikon baru Kota Tangsel.Saat itu, Tangsel sedang berada dalam fase membangun identitasnya sebagai kota modern. Sebagai daerah otonom yang lahir pada 2008, Tangsel membutuhkan simbol yang mampu merepresentasikan perjalanan dan cita-cita kotanya.

City Gallery kemudian dibangun bukan sekadar sebagai gedung pemerintahan.

Ia dirancang sebagai ruang sejarah, pusat informasi kota, sarana edukasi, hingga destinasi wisata perkotaan. Di dalamnya direncanakan tersimpan berbagai dokumentasi perkembangan Tangsel, koleksi foto, arsip pembangunan, hingga literatur yang menceritakan perjalanan kota dari masa ke masa.

Sementara menara pandang di bagian atas bangunan diharapkan menjadi daya tarik tersendiri. Dari sana, masyarakat dapat melihat bentang Kota Tangerang Selatan yang tumbuh pesat dengan deretan kawasan permukiman, pusat bisnis, hingga gedung-gedung modern.

Harapannya sederhana namun ambisius. City Gallery ingin menjadi ruang publik yang hidup sekaligus wajah Kota Tangerang Selatan.Namun membangun gedung ternyata jauh lebih mudah dibanding membangun ekosistem yang membuat gedung itu hidup.

Ketika Bangunan Lebih Dikenal daripada Fungsinya

Hari ini, tidak sulit menemukan warga Tangsel yang mengetahui keberadaan City Gallery. Tetapi tidak sedikit pula yang belum pernah menginjakkan kaki ke dalamnya.

Sebagian warga hanya mengenalnya sebagai gedung tinggi di samping kantor wali kota. Sebagian lainnya bahkan tidak mengetahui apa fungsi bangunan tersebut.

Fakta itu menjadi ironi tersendiri.

Sebab sebuah fasilitas publik sejatinya dibangun untuk digunakan masyarakat. Keberhasilannya tidak diukur dari tinggi bangunan atau megahnya arsitektur, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan warga.Pertanyaannya kemudian menjadi relevan: apakah City Gallery telah menjadi ruang publik yang hidup, atau masih sebatas bangunan ikonik yang lebih sering dipandang dari luar?

Pertanyaan tersebut bukan tanpa alasan.

Enam tahun merupakan waktu yang cukup panjang bagi sebuah fasilitas publik untuk menemukan bentuk dan fungsinya. Dalam rentang waktu tersebut, sebuah ruang publik idealnya sudah memiliki identitas yang kuat, agenda yang rutin, serta keterikatan dengan masyarakat.

Sementara City Gallery hingga kini masih berjuang untuk membangun hubungan tersebut.

City Galery Tangsel
City Galery Tangsel

Potensi yang Belum Sepenuhnya Tergarap

Meski dari luar terlihat sepi, bukan berarti bangunan itu sepenuhnya mati.

Melalui akun Instagram resmi @city_gallerytangsel, terlihat sejumlah komunitas masih memanfaatkan lokasi tersebut untuk berbagai kegiatan. Mulai dari latihan paduan suara, seni tari, teater, diskusi kreatif hingga pameran karya mahasiswa.

Pada Sabtu (20/6/2026), lokasi tersebut bahkan dijadwalkan menjadi tempat penyelenggaraan Tangsel Creative Awards 2026, ajang penghargaan bagi komunitas kreatif di Kota Tangerang Selatan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangsel, Ervin Ardani, mengatakan pihaknya memang sedang mengarahkan City Gallery menjadi ruang aktivitas komunitas.

“Iya rencananya mau dijadikan tempat atau ruang aktivitas komunitas yang ada di Tangsel dan sekitarnya, misal komunitas tari, puisi, standup, musik, lukis, dan sebagainya,” katanya.

Menurut Ervin, aktivitas komunitas sebenarnya sudah cukup sering berlangsung.

“Sudah banyak aktivitasnya kok, setiap minggu selalu ada, misal pameran gambar atau desain arsitektur mahasiswa, latihan nari, latihan teater, dan sebagainya,” ujarnya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa City Gallery masih memiliki denyut kehidupan. Namun tantangan sesungguhnya bukan sekadar menghadirkan kegiatan mingguan.Tantangan terbesar adalah menjadikan bangunan tersebut sebagai destinasi yang dikenal luas, mudah diakses, dan secara konsisten didatangi masyarakat.Sebab sebuah ikon kota tidak akan lahir hanya karena pemerintah menetapkannya sebagai ikon.Ikon lahir ketika masyarakat mengakuinya.

Menunggu Menjadi Milik Warga

Kota-kota besar di dunia memiliki bangunan ikonik yang hidup karena terus berinteraksi dengan masyarakat. Tempat-tempat itu tidak hanya menjadi objek foto, tetapi juga ruang berkumpul, berdiskusi, berkreasi, dan menciptakan pengalaman.

City Gallery Tangsel sesungguhnya memiliki modal untuk menjadi seperti itu.

Letaknya strategis. Bangunannya representatif. Tangsel juga memiliki jumlah anak muda yang besar serta komunitas kreatif yang terus berkembang.

Yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah bagaimana menjembatani seluruh potensi tersebut agar bertemu dalam satu ruang yang sama.

Pemerintah Kota Tangsel saat ini tengah melakukan inventarisasi kondisi fisik bangunan dan sarana pendukung yang dibutuhkan agar fungsi City Gallery dapat berjalan lebih optimal.

Langkah itu menjadi penting. Namun lebih penting lagi adalah memastikan bahwa bangunan yang dibangun dengan dana publik benar-benar hadir dalam kehidupan publik.

Sebab pada akhirnya, sebuah kota tidak membutuhkan ikon yang hanya terlihat megah dari kejauhan.

Kota membutuhkan ruang yang hidup.

Dan enam tahun setelah diresmikan, Menara Pandang dan City Gallery Tangsel masih berada di persimpangan antara harapan dan kenyataan. Ia berdiri kokoh sebagai simbol ambisi pembangunan sebuah kota muda, tetapi masih menunggu satu hal yang paling penting: menjadi tempat yang benar-benar dimiliki dan dicintai oleh warganya.

Berita Terkait

Hendak Menuju Kamboja, Keberangkatan 3 Pekerja Migran Ilegal Digagalkan di Bandara Soekarno-Hatta
Tiba-Tiba Mengeluarkan Asap, Mobil SUV Terbakar di Jalan Siliwangi Pamulang
Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Polisi Kasus Ijazah Jokowi
Pria di Pamulang Tewas Kesetrum Listrik di Loteng Rumah, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi
Kondisi Wajah Sudah Rusak, Lansia Ditemukan Tewas dengan Leher Terjerat Kawat di Tangerang
UNPAM Akui Salah Satu Inisiator BEM Bersatu Adalah Mahasiswanya
DPRD Dorong Pemkot Tangsel Gugat PT Bethania, Dianggap Tak Profesional Kelola Pasar Ciputat
KNPI Tangsel Minta Perubahan di Dispora, Mukroni Diminta Tak Abaikan Kritik

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:14 WIB

Menara Rp Miliaran yang Sepi: City Gallery Tangsel Antara Ikon Kota dan Monumen Ambisi

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:18 WIB

Hendak Menuju Kamboja, Keberangkatan 3 Pekerja Migran Ilegal Digagalkan di Bandara Soekarno-Hatta

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:54 WIB

Tiba-Tiba Mengeluarkan Asap, Mobil SUV Terbakar di Jalan Siliwangi Pamulang

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:00 WIB

Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Polisi Kasus Ijazah Jokowi

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:19 WIB

Pria di Pamulang Tewas Kesetrum Listrik di Loteng Rumah, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi

Berita Terbaru

Info Banten

Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Polisi Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 19 Jun 2026 - 16:00 WIB