HARIANBANTEN.COM Pemprov Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni terus memperluas akses pendidikan bagi warganya. Kabar gembira datang bagi para orang tua siswa tingkat menengah atas, tahun ini Pemprov Banten resmi meluncurkan program sekolah gratis bagi 10.000 siswa dan siswi Madrasah Aliyah (MA) swasta.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa hak mendapatkan pendidikan berkualitas tidak hanya terbatas pada sekolah negeri, tetapi juga merambah ke institusi keagamaan swasta demi mewujudkan pemerataan SDM di Tanah Jawara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni, saat meninjau langsung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 1 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin (22/6/2026).
Menurut Andra, program ini adalah solusi konkret untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat sekaligus menekan angka putus sekolah di tingkat pendidikan menengah.
Baca Juga:
Gravity Game Unite (GGU) Luncurkan OBT Kedua PC MMORPG “Ragnarok Zero: Global”
Hisense Tampilkan Pesan “Innovating a Brighter Life” di FIFA World Cup 2026™
“Kita tahun ini memprogramkan gratis untuk sekolah MA swasta sebanyak 10.000 siswa siswi itu. Ini komitmen kami untuk membuka akses pendidikan yang seluas-luasnya di Provinsi Banten,” tegas Andra Soni, dilansir dari Antara.
Pemerintah Banten kini membuka akses pendidikan seluas-luasnya agar anak -anak mendapatkan pendidikan yang baik dan berkeadilan.
Ia menjelaskan pendidikan sebagai kebutuhan penting untuk kehidupan karena dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter.
Ia mengatakan sekolah gratis sudah berjalan sejak 2025, sedangkan tahun ini menambah kuota 10.000 siswa dan siswi MA swasta.
“Kami berharap program sekolah gratis ini bisa dikawal dengan sebaik-baiknya,” kata Andra Soni.
Menurut dia, pelaksanaan SPMB di Provinsi Banten secara umum berjalan baik, termasuk di SMAN 1 Rangkasbitung.
Ia meminta masyarakat melapor jika terjadi kecurangan-kecurangan dalam proses SPMB.
“Kita berharap pelaksanaan SPMB di Banten objektif, transparan, dan berkeadilan,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala SMAN 1 Rangkasbitung Heri Fasa mengatakan pelaksanaan SPMB di sekolah itu berjalan baik dan transparan mulai dari persyaratan domisili, wilayah, afirmasi, akademisi, dan non-akademisi.











