HARIANBANTEN.COM – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang berada di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, kebakaran, Selasa (30/6).
Dalam dokumentasi yang diterima, kobaran api tampak berkobar di tengah area tumpukan sampah. Kepulan asap pun terlihat membumbung tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Ruslan mengatakan, kebakaran dilaporkan terjadi sekira pukul 13.00 WIB.
Saat ini sebanyak sembilan armada sudah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman api.
Baca Juga:
Ibu Dibegal Usai Antar Anak Sekolah di Serpong, Tangan Disayat Celurit hingga Berlumuran Darah
Kemenhum Banten dan LLDIKTI IV Teken Kerjasama, Perkuat Perlindungan Kekayaan Intelektual Akademisi
Lancia Consult Raih Great Place To Work® Certification™ di Empat Negara
“Kebakaran jam 13.00 WIB, saat ini ada sembilan mobil damkar yang diterjunkan ke lokasi,” kata Ruslan, Selasa, 30 Juni 2026.
Ruslan menjelaskan, hingga saat ini api masih berkobar dan proses pemadaman masih berlangsung.
Baca Juga:
COMAU RAIH “OUTSTANDING PARTNER AWARD”, HORSE POWERTRAIN PRODUKSI TIGA JUTA UNIT TRANSMISI
COMAU RAIH “OUTSTANDING PARTNER AWARD”, HORSE POWERTRAIN PRODUKSI TIGA JUTA UNIT TRANSMISI
Untuk mempercepat proses pemadaman, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, diantaranya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pasalnya pihaknya kesulitan untuk memadamkan karena titik api berada di atas tumpukan sampah dan sulitnya kebutuhan air.
“Kami masih berupaya memadamkan api, karena status masih merah. Kami juga akan berkoordinasi dengan BNPB untuk penanganan kebakaran ini,” ungkapnya.
Baca Juga:
Aliran Air Kosambi Barat Kembali Normal, PERUMDAM TKR Pastikan Pelayanan Terus Dipantau
Bus Trayek Terminal Pondok Cabe-Alam Sutera Akan Segera Uji Coba di Tangsel
Ruslan sendiri belum bisa memastikan berapa luas lahan yang terbakar termasuk penyebab kebakaran. Saat ini pihaknya masih fokus melakukan pemadaman.
“Belum bisa kami prediksi berapa, karena fokus masih pemadaman, untuk penyebabnya juga belum diketahui,” pungkasnya.










