HARIANBANTEN.COM – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang berada di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, kebakaran, Selasa (30/6).
Dalam dokumentasi yang diterima, kobaran api tampak berkobar di tengah area tumpukan sampah. Kepulan asap pun terlihat membumbung tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Ruslan mengatakan, kebakaran dilaporkan terjadi sekira pukul 13.00 WIB.
Saat ini sebanyak sembilan armada sudah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman api.
Baca Juga:
Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus
Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang
“Kebakaran jam 13.00 WIB, saat ini ada sembilan mobil damkar yang diterjunkan ke lokasi,” kata Ruslan, Selasa, 30 Juni 2026.
Ruslan menjelaskan, hingga saat ini api masih berkobar dan proses pemadaman masih berlangsung.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Untuk mempercepat proses pemadaman, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, diantaranya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pasalnya pihaknya kesulitan untuk memadamkan karena titik api berada di atas tumpukan sampah dan sulitnya kebutuhan air.
“Kami masih berupaya memadamkan api, karena status masih merah. Kami juga akan berkoordinasi dengan BNPB untuk penanganan kebakaran ini,” ungkapnya.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
Ruslan sendiri belum bisa memastikan berapa luas lahan yang terbakar termasuk penyebab kebakaran. Saat ini pihaknya masih fokus melakukan pemadaman.
“Belum bisa kami prediksi berapa, karena fokus masih pemadaman, untuk penyebabnya juga belum diketahui,” pungkasnya.










