Harian Banten – Gubernur Banten Andra Soni menempati posisi terbawah dalam survei tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kepala daerah tingkat provinsi di Pulau Jawa. Survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia pada Rabu (28/5/2025) menunjukkan bahwa hanya 51 persen warga Banten yang menyatakan puas terhadap kinerja Andra Soni dalam 100 hari pertamanya memimpin provinsi tersebut.
“Responden di Banten yang puas terhadap Pak Andra Soni memang mayoritas. Tapi hanya 51 persen,” kata peneliti Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam pemaparan hasil survei melalui Zoom, Rabu (28/5/2025).
Survei ini dilakukan pada 12–19 Mei 2025 di enam provinsi di Pulau Jawa dengan metode wawancara tatap muka. Jumlah responden di Banten sebanyak 400 orang, dengan margin of error ±5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai perbandingan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meraih tingkat kepuasan publik tertinggi yakni 95 persen, diikuti Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (84 persen), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (76 persen), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (62 persen), dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (60 persen).
Meskipun Pemprov Banten meluncurkan program-program populis seperti SMA/SMK swasta gratis dan pemeriksaan kesehatan gratis, efek program ini terhadap peningkatan approval rating gubernur dinilai belum signifikan.
Selain itu, survei juga mencatat delapan isu utama di Banten yang mendapat penilaian negatif dari publik, dengan tingkat kepuasan di bawah 50 persen, yaitu:
-
Pengentasan kemiskinan
-
Akses permodalan
-
Pembinaan koperasi
-
Jaminan sosial bagi warga kurang mampu
-
Peningkatan kualitas tenaga kerja
-
Konflik pertanahan
-
Pengembangan usaha kecil
-
Pengelolaan sampah
Temuan ini menjadi peringatan dini bagi Andra Soni dan jajaran Pemprov Banten untuk mengevaluasi kinerja, memperbaiki komunikasi publik, serta menguatkan dampak program-program strategis agar lebih dirasakan oleh masyarakat.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang








