HARIANBANTEN.COM – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menarik perhatian warga. Pasalnya, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih murah dibanding pasaran.
Salah satu yang paling mencolok yakni produk Minyakita yang dijual Rp18.500 per liter. Padahal di pasaran, harga minyak goreng tersebut bisa mencapai Rp21 ribu hingga Rp22 ribu per liter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain minyak goreng, harga telur di koperasi tersebut juga lebih rendah dibanding harga umum di pasaran. Telur dijual Rp25 ribu per kilogram, sementara harga pasar berkisar Rp26 ribu sampai Rp27 ribu.
Koperasi Merah Putih Cempaka Putih berlokasi di area Kantor Kelurahan Cempaka Putih, Jalan Jambu Nomor 47. Gerai koperasi menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat mulai dari beras, minyak goreng, telur hingga LPG subsidi 3 kilogram.
Baca Juga:
Fortune Umumkan Daftar 500 Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara Tahun 2026
PKS Siapkan Mustopa Gantikan M Yusuf di Kursi Pimpinan DPRD Tangsel
Ketua Koperasi Merah Putih Cempaka Putih, Iwan Firdaus mengatakan, koperasi itu mulai beroperasi sejak November 2025 dengan modal awal hasil swadaya para pengurus.
“Modal awal dari pengurus, saweran lah, itu sebagai iuran sukarela kita masukan, dan berdiri lah koperasi ini. Modal awal sekitar Rp27 juta,” kata Iwan, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga:
Menurutnya, koperasi sengaja menjual barang dengan margin keuntungan kecil agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Setiap barang yang dijual paling selisih harga keuntungannya hanya Rp500 sampai Rp1.000,” ujarnya.
Ia menjelaskan, koperasi saat ini fokus pada usaha sembako karena menjadi kebutuhan utama masyarakat sehari-hari.
Baca Juga:
Hisense RGB MiniLED Dukung VAR FIFA World Cup 2026™ di International Broadcast Centre
Komisi I DPRD Tangsel Temukan 2 Lapangan Padel Tak Berizin, Minta Satpol PP Panggil Pemilik
Pembebasan Lahan Belum Terlaksana, Ground Breaking PSEL TPA Cipeucang Ditargetkan 2028
“Kita core bisnisnya itu sembako, karena sembako itu pasti menyentuh hajat hidup orang banyak,” sebutnya.
Untuk menjaga harga tetap murah, pengurus koperasi aktif mencari pemasok dengan harga terbaik, termasuk membeli langsung dari agen.
“Rumusnya kita harus cari supliyer yang murah, kita muter cari yang harga paling murah. Kaya telur kita dapat dari agen langsung,” ungkapnya.
Selain sembako, koperasi tersebut kini juga telah menjadi sub pangkalan LPG subsidi 3 kilogram dari Pertamina.
“Harga dasarnya Rp16.000 berdasarkan HET itu Rp19.000 tapi kita jual Rp18.500. Kita punya 100 tabung dengan penjualan paling lima hari,” pungkasnya.










