HARIANBANTEN.COM – Satu wilayah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mengalami kekeringan yang mengakibatkan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi kekeringan diprakirakan berpotensi meluas ke wilayah lain.
Wilayah yang mengalami kekeringan tepatnya berada di RT 02 RW 01 Kampung Koceak, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu. Kekeringan itu berdampak sedikitnya terhadap 20 Kepala Keluarga (KK).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris BPBD Tangsel, Essa Nugraha mengatakan, meski saat ini baru ada laporan satu titik kekeringan, namun kekeringan berpotensi meluas ke wilayah lain.
Potensi meluasnya kekeringan telah tercantum dalam dokumen kajian risiko bencana.
Baca Juga:
BPBD Ungkap Seluruh Wilayah Tangsel Masuk Peta Potensi Kekeringan, Setu Paling Rawan
Harga Minyak Fluktuatif, Pemkot Tangsel Tambah Rp400 Juta Untuk BBM Bus Sekolah
Puluhan Keluarga di Kranggan Tangsel Kekeringan, Aktivitas Warga Terganggu Akibat Krisis Air
“Kalau berbicara potensi meluas dan lain sebagainya sesungguhnya sudah tertuang di dokumen kajian risiko bencana,” kata Essa ketika dikonfirmasi, Jumat, 10 Juli 2026.
Essa menjelaskan, potensi meluasnya titik kekeringan tak terlepas dari fenomena El Nino Godzila yang melanda wilayah Indonesia.
Baca Juga:
Pasrah Dilengserkan Dari Pimpinan DPRD Tangsel, Yusuf PKS: Kewenangan DPP
Usulkan Sri Mulyani Kembali ke Kemenkeu, PKN: Menteri Purbaya Lebih Cocok di Menkop atau Mensos
Berdasarkan prediksi BMKG, lanjutnya, fenomena itu menyebabkan musim kemarau tahun ini diprakirakan jauh lebih kering dalam 30 tahun terakhir.
“Kalau berbicara prediksi BMKG kan El Nino Godzilla nih namanya. Dia diprediksi 30 tahun lebih kering dibanding dengan musim-musim kemarau yang sudah melanda di Indonesia,” terangnya.
Kota Tangsel sendiri pada tahun 2023 lalu pernah terjadi kekeringan di 36 titik mulai dari di Kecamatan Setu hingga Serpong dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak mencapai ribuan.
Baca Juga:
Siswa Tak Lolos SPMB Dapat Bantuan Rp1,8 Juta di 94 SMP Swasta Tangsel, Ini Daftar Sekolahnya
Yusuf Dilengserkan Dari Pimpinan DPRD Tangsel, Mustopa Kembali Jadi Wakil Ketua
Perpanjangan Jabatan Sekda Digugat ke PTUN, Walikota Tangsel: Engga Masalah, Malah Bagus
Namun hingga Juni 2026 ini, titik kekeringan dilaporkan baru terjadi di satu titik.
“Di awal bulan Juli ini Tangsel sudah mengalaminya di mana sudah masuk laporan ke BPBD 1 titik yang lokasinya itu ada di RT 02 RW 01 Kampung Koceak,” ungkapnya.
Berdasarkan laporan yang masuk ke BPBD Tangsel, terdapat 20 KK yang terdampak akibat kekeringan itu.
BPBD Tangsel sendiri sudah mendistribusikan sekitar 8.000 liter air bersih untuk memastikan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi.
“Jadi total dari satu titik itu yang 20 KK terdampak sudah total sebanyak 8.000 liter kita distribusikan,” pungkasnya.











