Dampak Fenomena El Nino Godzila, Kekeringan di Tangsel Berpotensi Meluas

- Pewarta

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Satu wilayah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mengalami kekeringan yang mengakibatkan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi kekeringan diprakirakan berpotensi meluas ke wilayah lain.

 

Wilayah yang mengalami kekeringan tepatnya berada di RT 02 RW 01 Kampung Koceak, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu. Kekeringan itu berdampak sedikitnya terhadap 20 Kepala Keluarga (KK).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sekretaris BPBD Tangsel, Essa Nugraha mengatakan, meski saat ini baru ada laporan satu titik kekeringan, namun kekeringan berpotensi meluas ke wilayah lain.

 

Potensi meluasnya kekeringan telah tercantum dalam dokumen kajian risiko bencana.

 

“Kalau berbicara potensi meluas dan lain sebagainya sesungguhnya sudah tertuang di dokumen kajian risiko bencana,” kata Essa ketika dikonfirmasi, Jumat, 10 Juli 2026.

 

Essa menjelaskan, potensi meluasnya titik kekeringan tak terlepas dari fenomena El Nino Godzila yang melanda wilayah Indonesia.

 

Berdasarkan prediksi BMKG, lanjutnya, fenomena itu menyebabkan musim kemarau tahun ini diprakirakan jauh lebih kering dalam 30 tahun terakhir.

 

“Kalau berbicara prediksi BMKG kan El Nino Godzilla nih namanya. Dia diprediksi 30 tahun lebih kering dibanding dengan musim-musim kemarau yang sudah melanda di Indonesia,” terangnya.

 

Kota Tangsel sendiri pada tahun 2023 lalu pernah terjadi kekeringan di 36 titik mulai dari di Kecamatan Setu hingga Serpong dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak mencapai ribuan.

 

Namun hingga Juni 2026 ini, titik kekeringan dilaporkan baru terjadi di satu titik.

 

“Di awal bulan Juli ini Tangsel sudah mengalaminya di mana sudah masuk laporan ke BPBD 1 titik yang lokasinya itu ada di RT 02 RW 01 Kampung Koceak,” ungkapnya.

 

Berdasarkan laporan yang masuk ke BPBD Tangsel, terdapat 20 KK yang terdampak akibat kekeringan itu.

 

BPBD Tangsel sendiri sudah mendistribusikan sekitar 8.000 liter air bersih untuk memastikan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi.

 

“Jadi total dari satu titik itu yang 20 KK terdampak sudah total sebanyak 8.000 liter kita distribusikan,” pungkasnya.

Berita Terkait

14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis
Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi
Tiang Beton di Jalan Serpong Roboh, Diduga Gegara Kabel Ketarik Truk
Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran
14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus
Nekat Beraksi Pagi Hari, Seorang Pria Jambret Kalung Emak-emak di Pamulang
31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:08 WIB

14 Siswi SMPN 10 Tangsel Korban Perundungan Akan Dapat Pendampingan Psikologis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Dindikbud Tangsel Dalami Dugaan Perundungan 14 Siswi SMPN 10, Sekolah Masih Lakukan Investigasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Tiang Beton di Jalan Serpong Roboh, Diduga Gegara Kabel Ketarik Truk

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Rano Alfath dan DPC PKB Tangsel Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Buaran

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

14 Siswi SMP di Tangsel Diduga Dibully Kakak Kelas, Dipaksa Minum Racikan Kopi Campur Saus

Berita Terbaru