HARIANBANTEN.COM – Kisah pilu dialami Yani (65), korban penusukan di wilayah Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang terjadi pada Minggu (3/5) lalu.
Usai menjalani perawatan akibat luka penusukan, pihak keluarga kini masih harus menanggung sisa biaya pengobatan di rumah sakit yang belum sepenuhnya lunas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Anak korban, Riko (29), mengatakan total biaya pengobatan ibunya sejak pertama kali dirawat hingga diperbolehkan pulang mencapai Rp43,3 juta.
“Total pembiayaan dari awal sekitar Rp43.300.000,” kata Riko saat dihubungi Harianbanten, Kamis, 14 Mei 2026.
Baca Juga:
Komisi I DPRD Tangsel Temukan 2 Lapangan Padel Tak Berizin, Minta Satpol PP Panggil Pemilik
Pembebasan Lahan Belum Terlaksana, Ground Breaking PSEL TPA Cipeucang Ditargetkan 2028
Dari total biaya tersebut, keluarga pelaku hanya menyanggupi pembayaran sekitar Rp27 juta. Sementara sisanya sekitar Rp16 juta hingga kini belum dibayarkan.
“Dari pihak penanggung jawab cuma bisa menyanggupi Rp27 juta, sisanya Rp16 juta ini belum menyanggupi dia,” ungkapnya.
Baca Juga:
Pemkot Siapkan Dana Rp40 Miliar, Pembebasan Lahan Cipeucang Masuk Tahap Awal
Benyamin Beberkan SiLPA Tangsel 2025 Capai Rp478 Miliar
Xinhua Silk Road: Pekan Budaya Digelar di Tiongkok Bagian Tenggara, Perkuat Hubungan Lintas-Selat
Riko mengaku sempat mendapat bantuan dari rekan-rekan kerjanya sebesar Rp5 juta.
Uang tersebut langsung diserahkan ke pihak rumah sakit untuk mengurangi tunggakan pembayaran. Dengan demikian, saat ini sisa biaya yang masih harus dibayarkan sekitar Rp11 juta.
Riko menerangkan, saat itu ia memberanikan diri meminta kepada pihak rumah sakit agar sisa pembayaran dapat dicicil. Pasalnya, ia mengaku tidak memiliki uang untuk melunasi biaya tersebut secara langsung.
Baca Juga:
GP Ansor Nilai Perpanjangan Sekda Tangsel Tertutup, Akan Layangkan Keberatan ke Gubernur Banten
Emas 30.000 Ton Ditemukan di Banten, Kekayaannya Lama Dikuasai Pihak Asing
Sesuai kemampuan ekonominya, ia hanya sanggup membayar angsuran sebesar Rp700 ribu per bulan dan permohonan tersebut dikabulkan pihak rumah sakit.
“Saya angsur 16 kali. Jadi kurang lebih September 2027 selesai kalau saya hitung-hitung. Setiap bulan Rp700 ribu,” terangnya.
Riko juga menjelaskan, biaya pengobatan ibunya tidak dapat menggunakan BPJS Kesehatan karena kasus yang dialami masuk dalam kategori tindak pidana percobaan pembunuhan.
“Ke rumah sakit memang tidak pakai BPJS dan kasus tersebut memang tidak masuk ke ranah atau peraturan BPJS tersebut,” tuturnya.
Diketahui, Yani (65) ditusuk oleh tetangganya berinisial DKA (38) pada Minggu (3/5) sekira pukul 13.15 WIB menggunakan pisau.
Saat itu ia yang sedang mengasuh cucunya tiba-tiba ditusuk oleh pelaku hingga mengalami luka di bagian pinggang paha kanan.
Pelaku saat itu langsung diamankan oleh warga dan diserahkan ke Polisi untuk menjalani proses pemeriksaan.












