Harian Banten -Sejumlah titik persimpangan di Kota Cilegon dalam beberapa hari terakhir mengalami kemacetan parah akibat membludaknya truk-truk besar yang melintas. Kondisi ini terutama terasa pada jam-jam sibuk, membuat arus lalu lintas kerap terhenti.
Kasatlantas Polres Cilegon, AKP Ridwan, membenarkan adanya lonjakan volume kendaraan berat dari arah Jakarta dan Jawa Barat menuju wilayah Bojonegara dan Puloampel.
“Ada beberapa faktor. Yang pertama peningkatan arus kendaraan dari Jawa Barat yang mau ke Puloampel,” kata AKP Ridwan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain karena jumlah truk yang meningkat, banyak kendaraan juga mengalami mogok di jalan sehingga semakin memperparah kepadatan. Polisi pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak mengatur waktu perjalanan supaya tidak terjebak macet.
Terpisah, Kapolsek Bojonegara IPTU Lazim Satria Wibowo mengungkapkan kemacetan paling parah terjadi di Exit Tol Cilegon Timur menuju Bojonegara. Penyebabnya, banyak truk tambang dari Jawa Barat yang kini memilih jalur tersebut.
Menurutnya, kondisi ini tak lepas dari kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang membatasi aktivitas tambang di Parung Panjang. Alhasil, para pengusaha mencari rute alternatif untuk distribusi hasil tambang.
“Saya tanya langsung sopir-sopirnya, ternyata mereka dari Jawa Barat yang terdampak kebijakan KDM. Akhirnya nyari alternatif ke sini,” jelas IPTU Lazim.
Sayangnya, sempitnya jalan arteri yang dilalui justru membuat kondisi lalu lintas semakin semrawut. Banyak truk memilih keluar tol dan masuk jalur arteri sehingga menambah sesak jalanan.
“Justru ini yang bikin crowded, truk-truk itu lewat arteri bukan tol, akhirnya jalannya penuh oleh kendaraan besar,” pungkasnya.






