HARIANBANTEN.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan fokus mengembangkan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sehingga bisa naik kelas.
Hal itu diungkapkan Ketua Kadin Tangsel, Marhadi, seusai acara pelantikan pengurus Kadin Tangsel Periode 2025-2030 di bilangan Serpong Utara, Senin, 18 Mei 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Marhadi mengatakan, UMKM Kota Tangsel memiliki potensi besar untuk dikembangkan, dengan begitu nantinya UMKM akan dapat berkontribusi dalam pembangunan Kota Tangsel.
“Target prioritas kita itu adalah UMKM. Bagaimana UMKM bisa menghasilkan PAD (Pendapatan Asli Daerah, red) terbesar di Kota Tangerang Selatan,” kata Marhadi.
Baca Juga:
Fortune Umumkan Daftar 500 Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara Tahun 2026
PKS Siapkan Mustopa Gantikan M Yusuf di Kursi Pimpinan DPRD Tangsel
Ia menjelaskan, nantinya Kadin akan mengembangkan dengan memberikan pelatihan kepada seluruh sektor UMKM sehingga memiliki daya saing.
“Baik itu pedagang makanan, tukang las, artinya itu akan menjadi target kita lah. Supaya pertumbuhan ekonomi, supaya mereka itu berdaya saing,” tuturnya.
Baca Juga:
Di tengah perkembangan teknologi saat ini, Kadin Tangsel juga akan menyediakan ruang platform digital untuk para pelaku UMKM Tangsel.
Langkah itu disiapkan sebagai upaya meningkatkan penjualan para pelaku usaha.
“Zaman sekarang ini kan teknologi sudah digital kan, artinya itu nanti mungkin kita kumpulin, kita kasih pemahaman, mungkin nanti kita hadirkan mentor-mentor yang sudah sukses di marketing digital,” terangnya.
Baca Juga:
Hisense RGB MiniLED Dukung VAR FIFA World Cup 2026™ di International Broadcast Centre
Komisi I DPRD Tangsel Temukan 2 Lapangan Padel Tak Berizin, Minta Satpol PP Panggil Pemilik
Pembebasan Lahan Belum Terlaksana, Ground Breaking PSEL TPA Cipeucang Ditargetkan 2028
Di samping itu, Marhadi mengungkapkan, pasar-pasar tradisional di Kota Tangsel juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Ia pun memproyeksikan platform digital itu nantinya juga dapat diakses oleh para pedagang-pedagang yang ada di pasar.
Dengan begitu nantinya transaksi antara pengusaha dengan konsumen akan bisa lebih mudah dan cepat.
“Contoh Pasar Jengkol. Nanti kita buatkan platform Pasar Jengkol. Nanti isinya pedagang di situ. Jadi orang belanja tuh mau ke Pasar Jengkol itu cukup buka aja dan di situ ada semua pedagangnya,” pungkasnya.










