Harga BBM Tak Naik, Pertamina Berdarah-darah Rp 60 Triliun Sebulan!

- Pewarta

Jumat, 10 April 2026 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN – Kebijakan menahan harga BBM kembali menuai sorotan. Di balik stabilnya harga di masyarakat, ternyata ada beban besar yang terus menggerus keuangan Pertamina hingga triliunan rupiah setiap hari.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, mengungkapkan hingga kini belum ada tanda-tanda penyesuaian harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi. Kondisi ini dinilai berpotensi membebani keuangan Pertamina dalam jangka panjang.

“Kalau kabar dari teman-teman Pertamina, sampai hari ini belum ada sinyal atau lampu kuning menuju lampu hijau terhadap adjustment,” ujar dia di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut perhitungannya, selisih antara harga jual BBM saat ini dengan harga keekonomian mencapai Rp 5.000 hingga Rp 9.000 per liter. Ia menilai, persoalan bukan hanya pada subsidi, melainkan pada keberlanjutan pengadaan BBM di masa depan.

“Ini bukan masalah subsidinya, tetapi ini masalah keberlanjutan pengadaannya yang perlu diantisipasi. Kalau subsidi nanti bisa diselesaikan pakai mekanisme kompensasi, katakanlah kalau hari ini enggak bisa mungkin di tahun berikutnya, pakai carry over di tahun berikutnya, itu selesai,” bebernya.

“Tetapi yang jauh lebih mengkhawatirkan dalam konteks ketahanan itu adalah, ada enggak uangnya Pertamina untuk mengadakan di hari atau bulan berikutnya,” dia menekankan.

Komaidi juga menghitung potensi kerugian yang harus ditanggung Pertamina berdasarkan volume penjualan BBM nasional. Dengan estimasi penjualan 72-75 juta kiloliter per tahun, beban tambahan bisa mencapai triliunan rupiah setiap hari.

“Artinya kalau kita hitung, penjualan Pertamina 1 tahun 72-75 juta KL. Kalau dibagi hari, itu per hari kira-kira 200 ribu liter. Kalau dikalikan lagi Rp 5-9 ribu, itu rentangnya sudah di kisaran Rp 1,5-2 triliun, per day tambahannya. Berarti kalau kalikan 1 bulan, sudah Rp 60 triliun mungkin,” ungkapnya.

“Sudah berapa bulan lagi mereka tahan dengan cashflow yang ada, sementara mereka juga mungkin ada beberapa bon mereka yang ada jadwalnya, jatuh tempo juga yang harus bayar cicilan pokoknya maupun bunga utangnya,” tegas dia.

Ia pun mengingatkan risiko yang lebih besar jika kondisi ini terus berlangsung, yakni potensi terganggunya pasokan BBM di dalam negeri.

“Kalau Pertamina once enggak bisa mengadakan sementara mereka market share-nya 90 persen, ya enggak akan ada BBM di dalam negeri. Ini yang saya kira yang perlu hati-hati dalam mencermati untuk kemudian memberi kebijakan,” pintanya.

“Di satu sisi, keputusan untuk tidak menaikan harga dalam konteks ekonomi cukup dipahami. Tetapi yang jauh lebih penting, kalau barangnya enggak ada, itu akan collapse semua. Jadi hitung-hitungan APBN maupun ekonomi jadi tidak berarti kalau barang itu tidak ada,” pungkasnya.

Menahan harga BBM memang memberi napas bagi masyarakat, namun risiko di baliknya tak kecil. Jika pasokan terganggu, dampaknya bisa jauh lebih besar dari sekadar kenaikan harga.

Sumber Berita: liputan6.com

Berita Terkait

Pria Gali Makam Ibu Kandung Di Sengkol Dicari Polisi, Ini Penyebabnya
Sumbang Banyak Pengangguran, Jurusan Sekretaris hingga Akuntansi Bakal Dihapus dari SMK di Banten
Ngaku Bisa Gandakan Uang Rp200 Ribu Jadi Rp1 Miliar, “Eyang Sapu Jagad” di Tangsel Ditangkap Usai Diduga Lecehkan Korban
Sinar Mas Land Kembali Raih Penghargaan Tertinggi di 3G Awards 2026
Hunian premium Botanic Villa di NavaPark, BSD City, Sukses Terjual Habis Hanya Dalam Waktu Kurang Dari Lima Bulan Sejak Diluncurkan pada Oktober 2025.
Sekda Tangsel Habis Masa Jabatan 19 April 2026, Diperpanjang atau Diganti?
Rano Alfath Desak Polisi Tangkap Pengasuh Pondok Pesantren di Pati yang Cabuli Puluhan Santriwati
Tak Mau Terulang, Bekasi Siapkan Sensor Canggih di Perlintasan Liar KRL
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:03 WIB

Pria Gali Makam Ibu Kandung Di Sengkol Dicari Polisi, Ini Penyebabnya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sumbang Banyak Pengangguran, Jurusan Sekretaris hingga Akuntansi Bakal Dihapus dari SMK di Banten

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:34 WIB

Ngaku Bisa Gandakan Uang Rp200 Ribu Jadi Rp1 Miliar, “Eyang Sapu Jagad” di Tangsel Ditangkap Usai Diduga Lecehkan Korban

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:11 WIB

Sinar Mas Land Kembali Raih Penghargaan Tertinggi di 3G Awards 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:58 WIB

Hunian premium Botanic Villa di NavaPark, BSD City, Sukses Terjual Habis Hanya Dalam Waktu Kurang Dari Lima Bulan Sejak Diluncurkan pada Oktober 2025.

Berita Terbaru

Info Banten

PPPK Paruh Waktu Lebak Mengeluh, Ada yang Hanya Terima Rp500 Ribu

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:06 WIB