HarianBanten.com — Dalam momen peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang menggelar aksi bersih-bersih sungai secara besar-besaran, Rabu (5/6). Kegiatan bertajuk “Kerja Bakti Bersih-Bersih Tangerang” ini berlangsung di bantaran Sungai Kampung Beklir, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, mulai pukul 07.00 hingga 09.00 WIB.
Aksi nyata ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup RI serta arahan langsung dari Wali Kota Tangerang, sebagai bagian dari kampanye pelestarian lingkungan dan pengendalian pencemaran sungai.
Fokus Pembersihan Sampah Plastik di Sungai Cisadane
Menurut Hendri Pratama Syahputra, S.IP., M.Si., Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Tangerang, aksi bersih-bersih ini difokuskan di tiga titik utama:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
-
Pasar Anyar
-
Dermaga Beklir
-
Simpang Tujuh
“Khusus di Dermaga Beklir, kami fokus membersihkan sampah plastik yang sulit terurai, dari lokasi ini hingga ke Gading Serpong dan area PDAM,” jelas Hendri.
Ia juga menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan sungai, khususnya Sungai Cisadane yang menjadi sumber air baku PDAM Kota Tangerang.
🗣️ “Sungai adalah sumber kehidupan. Jangan kotori dengan sampah plastik!” tegas Hendri.
Baca Juga:
Pria Gali Makam Ibu Kandung Di Sengkol Dicari Polisi, Ini Penyebabnya
Benyamin Putuskan Perpanjang Bambang Noertjahjo Sebagai Sekda Tangsel
Sumbang Banyak Pengangguran, Jurusan Sekretaris hingga Akuntansi Bakal Dihapus dari SMK di Banten
Ratusan Personel dan 11 Perahu Dikerahkan
Dalam aksi ini, 10 karung sampah plastik berhasil dikumpulkan. Sebanyak 80 pegawai pemerintah dikerahkan di Dermaga Beklir, terdiri dari:
-
30 petugas DLH
-
30 personel BPBD
-
20 petugas Damkar
Tak hanya itu, 11 unit perahu ikut membantu pembersihan sungai:
-
4 perahu BPBD
-
4 perahu Damkar
-
2 perahu Dishub
-
1 perahu DLH
Baca Juga:
Sekda Banten Tegaskan Tak Ada Open Bidding Sekda Tangsel
Cekcok Keluarga Berujung Geger, Pria di Sengkol Nekat Bongkar Makam Ibu Kandung

Gerakan Kolektif untuk Masa Depan
Aksi ini menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan, terutama dalam menjaga sungai sebagai sumber air dan kehidupan.
📌 “Lingkungan hidup bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Semua pihak harus terlibat dan beraksi nyata,” pungkas Hendri.









