Isu MBG Butuh 19.000 Sapi Dibantah, Ini Penjelasan Lengkap BGN

- Pewarta

Jumat, 24 April 2026 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN BANTEN – Isu kebutuhan 19.000 ekor sapi per hari dalam program MBG mendadak ramai diperbincangkan. Kepala BGN akhirnya buka suara dan meluruskan fakta yang sebenarnya terjadi di balik angka fantastis tersebut.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan, menegaskan bahwa kabar kebutuhan 19 ribu ekor sapi per hari bukanlah kebijakan resmi, melainkan hanya simulasi perhitungan. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan tersebut muncul jika seluruh SPPG memasak menu daging sapi secara bersamaan dalam satu hari.

“Ini hanya pengandaian. Jadi, satu SPPG, kalau dia masak daging sapi maka dia butuh satu ekor. Kalau misalnya SPPG hari ini mau masak daging sapi. Kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti tanggal sekian kita mau masak sapi, itu tinggal dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi.” Katanya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, konsep menu dalam program MBG tidak dibuat seragam secara nasional agar tidak memicu gejolak harga di pasar. Menurutnya, variasi menu justru penting untuk menjaga stabilitas pasokan bahan pangan sekaligus kualitas gizi penerima manfaat.

“Ini lah pentingnya makan bergizi agar tangkapan rasionya bagus. Jadi, satu kali masak daging sapi butuh 382 (kg), itu artinya satu ekor sapi, dagingnya saja,” tambahnya.

Dadan juga mencontohkan pengalaman sebelumnya ketika program MBG menyajikan menu telur untuk puluhan juta penerima manfaat. Saat itu, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar sempat berdampak langsung pada harga di pasaran.

“Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton. Dampaknya harga telur sempat naik Rp3.000,” pungkasnya.

Program tersebut diketahui pernah menyajikan menu sederhana seperti nasi goreng dan telur untuk memperingati ulang tahun Presiden Prabowo Subianto.

Klarifikasi ini menjadi pengingat bahwa perencanaan pangan skala besar membutuhkan strategi matang agar tidak menimbulkan efek domino di pasar. Transparansi informasi pun penting agar publik tidak salah memahami kebijakan yang sedang berjalan.

Sumber Berita: lambeturah.co.id

Berita Terkait

Sinar Mas Land Raih Top 10 Developers Award Hubexo Asia Awards 2026
Sinar Mas Land Gandeng Kemenekraf, KEK ETKI Banten Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Kreatif
Sinar Mas Land Raih Dua Penghargaan Bergengsi di IPBA 2026
Ribuan Kursi SMP Negeri Masih Kosong! SPMB Tahap III Tangsel Resmi Dibuka
Resmi! GP Ansor Gugat SK Perpanjangan Sekda Tangsel ke PTUN, Legalitasnya Kini Diuji
Empat Flyover Perlintasan Sebidang di Banten Diusulkan Ahmad Fauzi, Prioritaskan Serpong, Jombang, Pondok Ranji, dan Pasar Rangkasbitung
Gelap Gulita! 30 Panel Box Lampu Jalan di Tangsel Digondol Maling, Kerugian Tembus Rp50 Juta
Songsong Pemilu 2029, PKN Usulkan Transformasi Digital Demokrasi Lewat E-Voting

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 17:09 WIB

Sinar Mas Land Raih Top 10 Developers Award Hubexo Asia Awards 2026

Rabu, 16 September 2026 - 20:37 WIB

Sinar Mas Land Gandeng Kemenekraf, KEK ETKI Banten Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Kreatif

Senin, 14 September 2026 - 21:00 WIB

Sinar Mas Land Raih Dua Penghargaan Bergengsi di IPBA 2026

Selasa, 7 Juli 2026 - 08:16 WIB

Ribuan Kursi SMP Negeri Masih Kosong! SPMB Tahap III Tangsel Resmi Dibuka

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:54 WIB

Resmi! GP Ansor Gugat SK Perpanjangan Sekda Tangsel ke PTUN, Legalitasnya Kini Diuji

Berita Terbaru