“Janji Jadi Pegawai RSUD Labuan, Warga Malah Tertipu Jutaan! Pelaku Kabur, Korban Menangis!”

- Pewarta

Kamis, 12 Juni 2025 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harian Banten– Harapan belasan warga Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, untuk bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuan pupus sudah. Alih-alih mendapat pekerjaan, mereka malah menjadi korban penipuan oleh seseorang berinisial IN yang mengaku bisa memasukkan orang ke RSUD Labuan.

Modusnya cukup halus. Pelaku mendatangi warga dan menawarkan “jalan pintas” untuk bisa diterima kerja sebagai tenaga keamanan maupun staf administrasi di rumah sakit tersebut. Syaratnya, warga diminta menyerahkan sejumlah uang sebagai “pelicin”.

Salah satu korban, Siti Rohmawati, warga Desa Teluk, mengaku dijanjikan posisi Satpam perempuan. Ia diminta menyerahkan uang sebesar Rp1 juta, lalu diminta tambahan Rp200 ribu dengan alasan untuk mempercepat proses masuk kerja.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya dijanjikan akan mulai kerja setelah Lebaran. Tapi sampai sekarang, tidak ada panggilan sama sekali. Saya hubungi juga tidak aktif, orangnya kabur,” ujar Siti dengan nada kecewa, Rabu (11/6).

Tak hanya Siti, Engkus, warga Labuan lainnya, juga mengaku tertipu. Ia berharap dua anak perempuannya, Dini dan Dina, bisa bekerja di bagian administrasi RSUD Labuan. Ia bahkan menyerahkan uang secara bertahap hingga lebih dari Rp1 juta. Ironisnya, pelaku sempat meminta uang tambahan sebesar Rp600 juta, yang langsung ditolak karena dirasa tidak masuk akal.

“Saya sudah curiga waktu dia minta uang ratusan juta. Saya bilang enggak sanggup, dan dia malah bilang ya sudah, anak saya enggak bisa kerja,” kata Engkus.

Merasa tertipu, para korban akhirnya melapor ke Polsek Labuan. Hingga saat ini, sudah tujuh orang yang melapor secara resmi.

Kapolsek Labuan, Kompol Waras Wahyudi Suminto, membenarkan adanya laporan tersebut. “Kami masih mendalami laporan dari para korban. Bila terbukti ada unsur tindak pidana, tentu akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga membuka ruang bagi warga lain yang merasa menjadi korban agar segera melapor.

Waspada Modus Serupa

Kasus ini menjadi pengingat bahwa tawaran pekerjaan dengan syarat uang pelicin patut dicurigai. Apalagi jika melibatkan instansi resmi seperti rumah sakit pemerintah. Jangan mudah percaya pada oknum yang menjanjikan jalan pintas tanpa proses resmi.

Berita Terkait

Muthmainah Mundur dari Jabatan Ketua DPC PKB Tangsel Terpilih, Fokus Jalankan Tugas Legislatif
Dishub Tangsel Ajukan Hibah 10 Bus Sekolah ke Kemenhub
2 Pria Terekam CCTV Curi Kotak Amal Masjid di Serpong Utara
KNPI Tangsel Resmi Lantik Pengurus Kecamatan dan Gelar Rakerda 2025–2028, Dorong Penguatan Peran Pemuda
Rumah Reyot Warga Pisangan Dibedah, GP Ansor dan BAZNAS Tangsel Tuai Apresiasi
PKB Usul Pemkot Tangsel Beri Bonus Atlet Peraih Medali Porprov
PDIP Usulkan Seluruh Seragam Sekolah di Tangsel Gratis, Tak Hanya Batik dan Olahraga
Target Juni 2026 Belum Tercapai, Pembebasan Lahan TPA Cipeucang Masih Tertunda

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:02 WIB

Muthmainah Mundur dari Jabatan Ketua DPC PKB Tangsel Terpilih, Fokus Jalankan Tugas Legislatif

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:38 WIB

Dishub Tangsel Ajukan Hibah 10 Bus Sekolah ke Kemenhub

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:45 WIB

2 Pria Terekam CCTV Curi Kotak Amal Masjid di Serpong Utara

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:20 WIB

Rumah Reyot Warga Pisangan Dibedah, GP Ansor dan BAZNAS Tangsel Tuai Apresiasi

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:14 WIB

PKB Usul Pemkot Tangsel Beri Bonus Atlet Peraih Medali Porprov

Berita Terbaru

Info Banten

Dishub Tangsel Ajukan Hibah 10 Bus Sekolah ke Kemenhub

Rabu, 10 Jun 2026 - 18:38 WIB

Info Banten

2 Pria Terekam CCTV Curi Kotak Amal Masjid di Serpong Utara

Rabu, 10 Jun 2026 - 15:45 WIB