HARIANBANTEN.COM – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, minta kepada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) untuk segera membuat sumur bor di wilayah yang masih mengalami kekeringan.
Langkah itu diperlukan agar masyarakat yang tinggal di wilayah rawan kekeringan tetap bisa mendapatkan air bersih jika musim kemarau berkepanjangan melanda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada beberapa titik saya minta Dinas Cipta Karya untuk membangun sumur bor, sumur air dalam,” kata Benyamin, Rabu, 15 Juli 2026.
Ia mengungkapkan, sejauh ini Pemkot Tangsel sudah membuat beberapa sumur bor di beberapa lokasi, hanya saja sumur tersebut belum mencakup seluruh wilayah yang mengalami kekeringan.
Baca Juga:
Jadi Biang Kerok Kemacetan, Julham Firdaus Bongkar ‘Stick Cone’ Rawa Buntu
Pakar Sejarah PKT: Gansu Berperan Penting dalam “Long March”
“Itu sudah kita lakukan, misalnya di perumahan Pesona Serpong, dan nanti merambah lagi ke titik-titik yang lainnya,” ungkapnya.
Sedangkan untuk wilayah yang belum memiliki sumur bor, untuk sementara diberikan fasilitas toren penampung air dengan kapasitas besar untuk menyimpan suplai air bersih yang diberikan Pemkot Tangsel.
Baca Juga:
Casio Hadirkan Pengalaman Baru G-SHOCK di Roblox bagi Generasi Muda
Ikuti Jejak ‘Perdamaian’ Pusat, Dua Kapolres di Serang Sambangi Jaksa-TNI
“Itu sudah kita lakukan untuk mengatasi kerawanan seperti ini,” tuturnya.
Di samping itu, lanjut Benyamin, salah satu langkah penanganan jangka pendek, Pemkot Tangsel akan mendistribusikan air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan.
“Saya sudah instruksi ke jajaran saya ya, ke teman-teman, untuk paling tidak dalam jangka pendek segera kirim air bersih ke lokasi-lokasi wilayah mana saja yang terdapat kekeringan,” pungkasnya.
Baca Juga:
Kekeringan di Tangsel Meluas Jadi 3 Titik, 55 KK Kesulitan Air Bersih
DPRD Tangsel Minta Dishub Evaluasi Pemasangan ‘Stick Cone’ di Rawabuntu
Diberitakan sebelumnya, kekeringan di Kota Tangsel kini semakin meluas yang tercatat terjadi di tiga titik.
Berdasarkan catatan BPBD Tangsel, tiga titik kekeringan diantaranya terjadi di RT 01 dan RT 02 RW 01, serta RT 04 RW 02, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu.
Akibat kekeringan itu total ada 55 Kepala Keluarga (KK) yang kini kesulitan air bersih.









