HARIANBANTEN.COM – Sinar Mas Land bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar Pelatihan Implementasi PP TUNAS bagi guru dan tenaga pendidik se-Kota Tangerang Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Green Office Park 9, BSD City, pada 9 Juli 2026.
Pelatihan ini diikuti sekitar 200 tenaga pendidik dari jenjang SD hingga SMA sebagai upaya memperkuat pemahaman mengenai perlindungan anak di ruang digital.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, sebanyak 79,9 juta anak di Indonesia menggunakan telepon seluler, dengan lebih dari 78 persen di antaranya berusia 5 hingga 17 tahun. Sementara itu, jumlah anak pengguna internet meningkat dari 49 persen pada 2020 menjadi hampir 74 persen pada 2024.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di balik tingginya akses digital tersebut, anak-anak juga menghadapi berbagai risiko, mulai dari paparan konten yang tidak sesuai usia, perundungan siber, penipuan daring, hingga penyalahgunaan data pribadi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS (Tunggu Anak Siap).
Regulasi ini mengatur penyelenggaraan sistem elektronik agar lebih memperhatikan aspek keamanan dan perlindungan anak sesuai usia, tingkat kematangan, dan kesiapan mereka dalam mengakses layanan digital.
Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan Deden Deni, Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital BPSDM Komdigi Rizki Ameliah, Koordinator Wilayah Mafindo Jakarta Yuli Setiyowati, Senior VP Corporate Affairs Sinar Mas Land Panji Himawan, serta VP CSR Sinar Mas Land Aditya Galih Priyambodo.
Baca Juga:
Pabrik Uang Palsu Digerebek di Tangsel, Puluhan Juta Uang Palsu Siap Edar Disita
Gegara Bakar Sampah, Gudang di Serpong Utara Hangus Dilahap Si Jago Merah
Hari Pertama Masuk Sekolah, Sebagian Sekolah di Tangsel Belum Kembali Terima Makan Bergizi Gratis

Managing Director President Office Sinar Mas Land, Dony Martdisata, mengatakan transformasi digital harus diiringi dengan peningkatan literasi digital masyarakat, khususnya bagi para pendidik yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Melalui kolaborasi dengan Komdigi dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, kami berharap para guru dan tenaga kependidikan memiliki bekal yang semakin kuat untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital,” ujar Dony.
Ia menambahkan, program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Sinar Mas Land dalam mendukung pengembangan ekosistem kota yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Stick Cone Rawa Buntu Tuai Protes, Dishub Tangsel Klaim Justru Bikin Lalu Lintas Lebih Lancar
Pemasangan Stick Cone di Rawa Buntu Dinilai Bikin Lalu Lintas Jadi Lebih Macet
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital BPSDM Komdigi, Rizki Ameliah, menjelaskan bahwa implementasi PP TUNAS bertujuan memperkuat kapasitas para pendidik agar mampu memahami tantangan di ruang digital sekaligus menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, PP TUNAS mengatur kewajiban penyelenggara sistem elektronik dalam melindungi anak, mulai dari pengelolaan akun berdasarkan usia, perlindungan data pribadi anak, penyediaan mekanisme pelaporan, hingga pengawasan terhadap konten dan layanan yang berpotensi membahayakan anak.
“Kolaborasi dengan Sinar Mas Land menjadi contoh sinergi yang baik antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperluas dampak program literasi digital kepada masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Sinar Mas Land menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan kapasitas masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor, sehingga tercipta ekosistem digital yang lebih aman sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di era transformasi digital. (*)








