Kronologi Terbongkarnya Dugaan Child Grooming di SMK Letris Pamulang

- Pewarta

Senin, 18 Mei 2026 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Terungkapnya dugaan kasus child grooming yang dilakukan Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Letris Pamulang berinisial AMA disebut berawal dari sebuah saluran WhatsApp.

 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Letris Pamulang, Firdaus Shaugie menceritakan, pihak sekolah awalnya tidak mengetahui adanya hubungan dekat antara kepsek dengan siswi tersebut.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ia menjelaskan, komunikasi antara keduanya dimulai dari orangtua siswi yang meminta kepada AMA untuk memperhatikan anaknya sekitar bulan Maret 2026 lalu.

 

“Ibundanya komunikasi dengan kepala sekolah yang intinya nitip anak ini supaya dijaga karena posisinya tinggal di kos sama kakaknya,” kata Firdaus di SMK Letris Pamulang, Senin, 18 Mei 2026.

 

Berawal dari situ, siswi berinisial S itu ternyata diketahui sering menceritakan masalah pribadinya kepada AMA.

 

Di samping itu, siswi tersebut juga sering mengunggah kedekatannya dengan AMA di sebuah saluran pribadi WhatsApp bernama ‘Em Anu’ yang dibuatnya.

 

“Anak ini kalau kata bahasa anak-anak teman-teman yang lain itu dia kayak punya kebanggaan dekat dengan Bapak Kepala Sekolah. Kalau dari segi pandang kita kan enggak normal ya, itu enggak bisa dinormalisasikan,” tuturnya.

 

Pada Rabu (13/5) kasus itupun mencuat setelah beredarnya akun saluran WhatsApp bernama ‘spill’ di kalangan siswa.

 

Saluran itu berisikan dokumentasi hingga tangkapan layar berisi percakapan yang sebelumnya diunggah S di saluran ‘Em Anu’

 

“Jadi peristiwa ini bermula dari tersebarnya akun saluran WhatsApp ‘spill’. Kontennya itu sebenarnya berasal dari saluran WhatsApp anak ini sendiri,” terangnya,

 

Dari situ, dokumentasi dan tangkapan layar pun menyebar luas ke berbagai platform media sosial.

 

Firdaus mengungkapkan, selama di lingkungan sekolah dirinya mengaku tidak pernah melihat adanya kedekatan mencolok antara Kepsek dengan siswi tersebut,

 

Namun, jika di luar jam sekolah, ia mengatakan bahwa hal tersebut sudah di luar kendali sekolah.

 

“Kita kan di sekolah dari jam 07.00 WIB sampai jam 16.00 WIB, enggak ada sama sekali kedekatan. Kalau di luar sekolah kita enggak tahu, kita enggak tahu nih di luar sekolah kayak gimana,” jelas dia.

 

Setelah viral di berbagai media sosial, yayasan lalu memanggil kepala sekolah, siswi, hingga pihak keluarga untuk meminta klarifikasi.

 

Dalam pertemuan itu, mereka membantah memiliki hubungan khusus. Namun, yayasan tetap menilai kedekatan tersebut melanggar kode etik.

 

Pihak yayasan selanjutnya memutuskan menonaktifkan sementara Kepsek dan membentuk tim khusus di internal untuk mulai melalukakan pendalaman.

 

Namun pada Sabtu (16/5) yayasan akhirnya memutuskan untuk menonaktifkan permanen. Berbarengan dengan itu Kepsek tersebut juga memilih untuk mengundurkan diri.

 

Hingga saat ini kasus itupun masih dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian.

Berita Terkait

31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal
DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD
2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?
Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel
Warga Serpong Lagoon yang Alami Muntaber Kembali Bertambah Jadi 176, 2 Anak Masih Dirawat
Warga Lagoon Serpong Tuntut Kompensasi Muntaber Massal, Wakil Walikota Tangsel Minta Perusahaan Bertanggung Jawab
Kabar Baik! Tiga Bulan Lagi Pengelolaan Air Serpong Lagoon Diambil Alih PITS

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:34 WIB

31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:04 WIB

DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:22 WIB

DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:35 WIB

2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel

Berita Terbaru

Info Banten

2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:35 WIB