Musala di Cipeucang Terancam Digusur untuk Proyek PSEL, Warga Minta Diselamatkan

- Pewarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIANBANTEN.COM – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) membebaskan lahan di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang untuk pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.

 

Pasalnya, satu musala yang selama ini menjadi tempat ibadah masyarakat di RT 06 RW 04, Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, dikabarkan masuk dalam area yang akan dibebaskan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ketua RT 06 RW 04, Idik Tasdik, mengatakan musala tersebut termasuk salah satu bangunan yang terdampak rencana pembebasan lahan oleh Pemkot Tangsel.

 

“Rumah ibadah ada itu Musala, untuk Musala ada satu (yang rencananya digusur, red),” kata Idik saat ditemui HarianBanten, Senin (8/6/2026).

 

Menurut Idik, musala itu telah berdiri sejak sekitar tahun 2000 dan selama ini dimanfaatkan warga sekitar untuk beribadah maupun kegiatan keagamaan lainnya.

 

Ia menjelaskan, lahan tempat berdirinya musala merupakan tanah wakaf. Namun hingga saat ini, tanah tersebut belum memiliki akta wakaf karena pihak yang mewakafkan tanah telah meninggal dunia sebelum proses administrasi diselesaikan.

 

“Karena kan mengenai akta wakafnya dulu belum bikin akta wakafnya, orangnya sudah wafat,” ungkapnya.

 

Idik berharap keberadaan musala dapat dipertahankan dan tidak ikut terdampak proyek PSEL. Sebab, bangunan tersebut menjadi satu-satunya tempat ibadah yang mudah diakses oleh warga di lingkungan setempat.

 

“Kalau ingin saya sih kalau bisa Musala mah jangan, tempat ibadah kemana lagi,” ujarnya.

 

Meski demikian, apabila pemindahan tidak dapat dihindari, warga berharap pemerintah dapat menyediakan lokasi pengganti dan membangun kembali musala di lingkungan yang sama agar aktivitas ibadah masyarakat tidak terganggu.

 

“Tapi harapannya jangan sampai kena. Kalau pun dipindah Musolahnya paling pindah kemana gitu, yang penting masih di lingkungan ini,” pungkasnya.

 

Sebelumnya, Pemkot Tangsel berencana membebaskan lahan warga di sekitar TPA Cipeucang sebagai bagian dari persiapan pembangunan PSEL. Selain rumah warga, sejumlah fasilitas yang berada di area terdampak juga berpotensi terkena pembebasan lahan.

Berita Terkait

31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026
DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal
DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD
2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?
Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel
Warga Serpong Lagoon yang Alami Muntaber Kembali Bertambah Jadi 176, 2 Anak Masih Dirawat
Warga Lagoon Serpong Tuntut Kompensasi Muntaber Massal, Wakil Walikota Tangsel Minta Perusahaan Bertanggung Jawab
Kabar Baik! Tiga Bulan Lagi Pengelolaan Air Serpong Lagoon Diambil Alih PITS

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:34 WIB

31.052 Meter Tanah di TPA Cipeucang Akan Dibebaskan, Pembayaran Ditargetkan Rampung Desember 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:04 WIB

DPRD Tangsel Dorong Warga Serpong Lagoon Segera Tuntut Kompensasi Buntut Muntaber Massal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:22 WIB

DPRD Dukung BUMD PITS Ambil Alih Distribusi Air Serpong Lagoon, Singgung Potensi PAD

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:35 WIB

2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Spesialis Maling Ban Mobil Kepergok Saat Beraksi di Stasiun Rawa Buntu Tangsel

Berita Terbaru

Info Banten

2 Tahun Prabowo, Indonesia Makin Kaya, Rakyat Makin Susah?

Kamis, 22 Okt 2026 - 10:35 WIB