Harian Banten – Perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Tangerang Selatan diprediksi bakal berlangsung panas dan penuh dinamika politik. Dua nama kuat yang digadang-gadang akan bertarung memperebutkan kursi Ketua DPD Partai Golkar Tangsel adalah Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ikhsan dan H. Ramlie Abie, anggota DPRD Tangsel yang juga dikenal sebagai tokoh lokal Betawi berpengaruh.
Musda ini menjadi penanda babak baru dalam kepemimpinan Golkar Tangsel, setelah sebelumnya dikendalikan oleh Airin Rachmi Diany, tokoh sentral yang turut mewarnai kejayaan Golkar di Tangsel selama lebih dari satu dekade. Namun, situasi politik kini tak lagi sama. Dinamika internal dan pengaruh eksternal membuat pertarungan kali ini sangat terbuka, bahkan tak bisa lagi ditebak hanya berdasarkan restu politik semata.
Direktur Kajian Politik Nasional, Miftahul Adib, menilai Musda kali ini akan menjadi panggung ujian kekuatan bagi masing-masing faksi di tubuh Golkar Tangsel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Musda Golkar Tangsel akan menarik dan panas. Dulu kuatnya Dinasti Rau dari lokal hingga nasional. Tapi sekarang realita berubah. Fatsun Partai Golkar sekarang itu tak seperti kemarin di era Bahlil ini,” terang Miftahul Adib.
Menurut Adib, era dominasi satu kekuatan politik yang kerap diasosiasikan dengan Dinasti Rau, sudah mulai kehilangan daya pengaruhnya. Bahkan, tokoh sekelas Andika Hazrumi, yang merupakan putra mantan Gubernur Banten dan keturunan langsung Dinasti Rau, kini pun menghadapi tantangan besar dalam memimpin DPD Golkar Provinsi Banten.
“Buktinya sejak Andika Hazrumi terpilih jadi Ketua DPD Golkar hingga saat ini saja belum bisa mendeklarasikan pengurusnya. Itu bukti adanya tarik ulur antara DPD Golkar Banten dengan Kepengurusan Bahlil di Pusat,” tandas Adib.
Kondisi ini menunjukkan bahwa dinamika internal Golkar kini sangat dipengaruhi oleh konfigurasi kekuasaan di tingkat nasional. Kepemimpinan Bahlil Lahadalia sebagai Plt Ketua Umum Golkar dianggap membawa gaya baru dalam penataan organisasi, termasuk di daerah. Hal ini tentu berdampak pada pertarungan di level kota seperti Tangsel.
Baca Juga:
Kronologi Ketua RT di Pamulang Jadi Tersangka, Kasus Berawal Dari Teguran Bakar Sampah
Berawal Dari Menegur Bakar Sampah, Ketua RT di Pamulang Jadi Tersangka
Pilar Saga Ikhsan sendiri bukan nama baru di panggung politik Tangsel. Sebagai anak dari Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan bagian dari keluarga besar Dinasti Banten, Pilar membawa dukungan politik yang luas, terutama dari jejaring birokrasi dan elite lokal.
Di sisi lain, H. Ramlie Abie dikenal memiliki akar kuat di masyarakat Betawi Tangsel serta jaringan grassroots yang tidak bisa diremehkan. Kehadirannya dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap dominasi politik dinasti, serta sebagai perwakilan suara masyarakat lokal yang selama ini terpinggirkan dalam konfigurasi elit Golkar Tangsel.
Musda ini pun bukan sekadar kontestasi personal, melainkan pertarungan arah dan wajah baru Partai Golkar di Tangsel. Apakah Golkar Tangsel akan kembali dipimpin oleh figur yang dekat dengan kekuasaan provinsi? Ataukah justru membuka ruang baru bagi tokoh lokal yang lebih membumi?
Satu hal yang pasti, Musda kali ini akan menjadi ajang unjuk kekuatan politik yang sarat kepentingan, strategi, dan tentu saja, kejutan.








