Ribuan Buruh Di Banten Terancam Di PHK Akibat Harga Gas Industri Naik

- Pewarta

Jumat, 30 Mei 2025 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI, Afif Johan menyampaikan dampak kenaikan gas untuk industri di Banten, Rabu (28/5/2025

Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI, Afif Johan menyampaikan dampak kenaikan gas untuk industri di Banten, Rabu (28/5/2025

Harian Banten -Serikat pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (FSP KEP) SPSI Provinsi Banten menyuarakan kekhawatiran serius terkait ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat lonjakan harga gas industri yang naik hingga tiga kali lipat.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI, Afif Johan, menyatakan bahwa kenaikan harga gas industri telah berdampak langsung terhadap sektor manufaktur dan industri pengguna energi.

“Dampaknya sudah nyata, mulai dari pemutusan hubungan kerja, efisiensi tenaga kerja, tidak adanya kenaikan upah, hingga pengurangan produksi sampai 50 persen,” kata Afif pada Rabu (29/5).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Afif menambahkan bahwa penurunan produktivitas ini berujung pada menurunnya kesejahteraan pekerja di berbagai wilayah industri, khususnya di Banten yang merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia.Untuk mengatasi situasi ini, FSP KEP SPSI mendesak Presiden RI Prabowo Subianto agar segera mengambil langkah konkret.

“Kami meminta kepada Bapak Presiden Prabowo untuk turun tangan agar menangani permasalahan ini dan mencegah PHK massal,” ujar Afif.

Pihaknya juga berencana mengirimkan surat resmi dari seluruh anggota SPSI kepada Presiden sebagai bentuk permintaan perlindungan terhadap hak-hak pekerja.

Afif menekankan bahwa stabilitas harga dan ketersediaan gas industri sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha dan tenaga kerja.

“Kalau harga gas tidak stabil, maka yang terdampak bukan hanya perusahaan, tapi juga jutaan pekerja dan keluarganya,” tegasnya.

Jika tidak segera ditangani, permasalahan ini dikhawatirkan akan berdampak lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi, investasi industri, dan daya saing nasional. Oleh karena itu, FSP KEP SPSI berharap pemerintah pusat segera mencari solusi yang berpihak kepada industri dan pekerja.

Berita Terkait

Damkar Tangsel: Sistem Proteksi Kebakaran Gedung Puspemkot dan DPRD Belum Maksimal
DPRD Tangsel Minta Pejabat yang Baru Dirotasi Cepat Adaptasi, Singgung APBD 2027 
Tersangka Pembunuhan Anggota TNI di Tangerang Bertambah Jadi 7 Orang 
Benyamin Davnie Lantik 57 Pejabat di Lingkungan Pemkot Tangsel
Anggota TNI Tewas Dengan 10 Luka Tusukan di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Tersangka
Ahmad Fauzi: Pemilik Truk ODOL Harus Dihukum, Fraksi PKB Kawal Revisi UU LLAJ
Polisi Benarkan Pria Tewas di Tangerang Anggota TNI, Alami 10 Luka Tusuk
Pria Diduga Anggota TNI Ditemukan Tewas di Tangerang

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:50 WIB

Damkar Tangsel: Sistem Proteksi Kebakaran Gedung Puspemkot dan DPRD Belum Maksimal

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:46 WIB

DPRD Tangsel Minta Pejabat yang Baru Dirotasi Cepat Adaptasi, Singgung APBD 2027 

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:29 WIB

Tersangka Pembunuhan Anggota TNI di Tangerang Bertambah Jadi 7 Orang 

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:11 WIB

Benyamin Davnie Lantik 57 Pejabat di Lingkungan Pemkot Tangsel

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:55 WIB

Anggota TNI Tewas Dengan 10 Luka Tusukan di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Tersangka

Berita Terbaru