HARIANBANTEN – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat ini menghadapi kondisi darurat sampah. Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menyebut ada tiga kecamatan yang paling krisis, yakni Ciputat, Ciputat Timur, dan Serpong. Menurutnya, timbulan sampah di wilayah ini sangat tinggi sehingga penanganannya memerlukan langkah cepat dan terkoordinasi.
“Wilayah Ciputat, Ciputat Timur, dan Serpong memang paling berat penanganannya karena volume sampahnya tinggi. Ini harus menjadi perhatian semua pihak,” ujar Benyamin Davnie, Rabu (14/1/2025) di Puspemkot Tangsel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Benyamin menjelaskan, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama, termasuk melakukan pemilahan sampah, tidak membuang sampah sembarangan, dan mengelola sampah dari rumah. Tanpa partisipasi warga, upaya pemerintah akan kurang maksimal.
“Pengelolaan sampah itu bukan hanya di hilir, tapi di hulunya juga. Budaya membuang sampah sembarangan harus dihentikan. Semua warga harus ikut bertanggung jawab,” tegasnya.
Baca Juga:
Damkar Tangsel: Sistem Proteksi Kebakaran Gedung Puspemkot dan DPRD Belum Maksimal
DPRD Tangsel Minta Pejabat yang Baru Dirotasi Cepat Adaptasi, Singgung APBD 2027
Tersangka Pembunuhan Anggota TNI di Tangerang Bertambah Jadi 7 Orang
Untuk menegakkan aturan, Pemkot Tangsel menyiapkan sanksi tegas bagi pelanggar Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sampah. Sanksi ini bervariasi, mulai dari teguran, denda uang, hingga kurungan badan, tergantung tingkat pelanggaran.
“Ada sanksi bagi pelanggar, mulai dari teguran, denda uang, sampai kurungan badan. Saya sudah tugaskan Satpol PP untuk berkoordinasi. Dalam minggu-minggu ini penegakan aturan mulai berjalan,” jelas Benyamin.
Baca Juga:
Gravity Game Unite (GGU) Sukses Gelar “Ragnarok Zero: Global European User Meetup”!
Novo Tellus Bermitra dengan RCF dan NRFC, Rampungkan Akuisisi Russell Mineral Equipment
Selain penindakan, Pemkot juga melakukan berbagai upaya teknis, seperti penyedotan tinja, penyewaan mobil toilet portable, dan koordinasi dengan truk sedot tinja swasta untuk mempercepat penanganan di lapangan. Benyamin menekankan, langkah ini harus berjalan beriringan dengan penanaman budaya bersih di masyarakat.
“Di hilir sampah harus dimusnahkan cepat, tapi di hulunya budaya membuang sampah juga harus ditegakkan. Semua ini butuh kerja sama warga,” tambahnya.
Kondisi darurat ini menjadi perhatian serius Pemkot Tangsel. Warga diimbau untuk disiplin mengelola sampah agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan bebas dari masalah kesehatan yang ditimbulkan tumpukan sampah.
Baca Juga:
Hisense Lansir Strategi Pertumbuhan Berbasis AI untuk Mewujudkan Era Baru Gaya Hidup Cerdas









