HARIANBANTEN.COM – Mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Letris Pamulang berinisial AMA yang diduga terlibat kasus _child grooming_ ternyata pernah mengirim _Direct Message_ (DM) ke siswinya.
Hal itu diketahui setelah dugaan kasus tersebut ramai menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial sehingga memantik siswi lain berani berbicara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Letris Pamulang, Firdaus Shaugie mengatakan, salah satu siswi mengaku dirinya pernah di-DM oleh AMA.
Pengakuan itu disampaikan siswi tersebut dalam aksi damai yang digelar Senin siang (18/5) di lingkungan sekolah.
Baca Juga:
Radisson Hotel Group Luncurkan Teknologi “Price Matching” Berbasis AI yang Bekerja Otomatis
Hari Pertama Operasi Berantas Jaya, Polres Tangsel Tangkap 3 Pelaku Curanmor
“Baru tadi dibuka lah tuh, oh ternyata Kepala Sekolah tahun 2024 itu pernah DM salah satu siswi,” kata Firdaus saat ditemui di SMK Letris Pamulang, Senin, 18 Mei 2026.
Pihak sekolah sendiri mengaku baru mengetahui adanya informasi tersebut. Pasalnya selama ini para siswi tidak berani untuk bercerita.
Baca Juga:
Polres Tangsel Kerahkan 36 Personel Operasi Berantas Jaya, Tak Segan Tembak Pelaku Curanmor
Wanita Jual Emas Palsu Ditangkap di Tangsel, Sudah Beraksi 20 Kali
Ia menuturkan, percakapan dalam isi pesan tersebut, AMA yang saat itu masih menjabat sebagai Kepsek membuka ruang curhat di ruangannya.
“Isi DM intinya ‘kamu punya bakat apa?kalau kamu punya bakat tertentu boleh sini curhat di ruangan bapak atau datang ke ruangan bapak’ intinya sih seperti itu,” tuturnya.
Menurutnya korban dugaan child grooming tidak hanya satu orang. Pihak sekolah pun minta kepada para siswi untuk berani berbicara jika merasa menjadi korban.
Baca Juga:
Mesin Cuci Korslet Sebabkan 2 Rumah di Poris Tangerang Kebakaran
Kebakaran TPA Jatiwaringin Konsekuensi Kegagalan Sistem Pengelolaan Sampah
Seragam Sekolah Gratis di Tangsel Bagikan Bertahap, Siswa Jalur Afirmasi Didahulukan
“Yes mungkin (ada siswi lain yang diduga jadi korban), kemungkinan ada. Makanya tadi, hari ini kita minta mereka untuk _speak up_, tapi tadi baru ada satu yang pernah katanya di-DM sama bapak Kepala Sekolah,” pungkasnya.
Pihak yayasan sendiri telah menonaktifkan permanen AMA sebagai Kepsek SMK Letris sejak Sabtu (16/5).
Kasus tersebut pun saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian.










