HARIAN BANTEN — Upaya pembukaan kembali TPA Cipeucang kembali memicu ketegangan. Pantauan di lokasi, warga menghadang rencana operasional kembali TPA dengan menutup akses dan menyuarakan penolakan keras terhadap aktivitas pembuangan sampah.
Situasi di lapangan tampak dijaga ketat. Puluhan petugas Satpol PP disiagakan untuk mengamankan area dan mencegah potensi bentrokan. Aparat berjaga di sejumlah titik akses masuk menuju kawasan TPA.
Hadir langsung di lokasi Saefudin, selaku Camat Serpong, bersama Desna, Kepala UPT Cipeucang. Keduanya terlihat memantau kondisi sekaligus melakukan pendekatan persuasif kepada warga yang menolak pembukaan kembali TPA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga menyampaikan kekhawatiran serius terhadap dampak lingkungan dan kesehatan, mulai dari bau menyengat, potensi longsor sampah, hingga pencemaran air dan udara. Mereka menilai, penataan TPA belum menunjukkan perubahan signifikan, sehingga pembukaan kembali dianggap berisiko memperparah kondisi permukiman sekitar.
Penolakan warga ini terjadi di tengah sorotan nasional terhadap TPA Cipeucang, menyusul pernyataan Kementerian Lingkungan Hidup yang sebelumnya menegaskan bahwa TPA berpotensi ditutup permanen jika hingga Juni 2026 tidak ada penataan konkret dan terukur sesuai standar pengelolaan lingkungan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kesepakatan antara warga dan pemerintah setempat terkait waktu maupun skema pembukaan kembali TPA. Aparat masih bersiaga, sementara dialog di lapangan terus diupayakan untuk meredam eskalasi.
Perkembangan situasi di TPA Cipeucang diperkirakan masih dinamis dan berpotensi memengaruhi penanganan sampah di wilayah Tangerang Selatan dalam waktu dekat.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang








