HARIANBANTEN.COM – Arus lalu lintas di jalan Raya Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dinilai menjadi lebih macet setelah adanya pemasangan stick cone atau pembatas jalan.
Stick cone itu dipasang tepat setelah u-turn terlindung atau putaran balik menuju arah akses tol hingga ITC BSD.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan HarianBanten, stick cone itu terpasang dengan panjang mencapai puluhan meter hingga melewati akses masuk Stasiun Rawa Buntu.
Salah seorang pengendara, Toni mengatakan, adanya stick cone itu justru membuat kemacetan semakin mengular panjang.
Baca Juga:
Pabrik Uang Palsu Digerebek di Tangsel, Puluhan Juta Uang Palsu Siap Edar Disita
Gegara Bakar Sampah, Gudang di Serpong Utara Hangus Dilahap Si Jago Merah
“Malah makin macet. Tadi pagi macet banget,” kata Toni kepada HarianBanten, Senin, 13 Juli 2026.
Sebagai pengendara, ia sendiri tidak mengetahui pasti alasan dipasangnya pembatas jalan tersebut.
Baca Juga:
Hari Pertama Masuk Sekolah, Sebagian Sekolah di Tangsel Belum Kembali Terima Makan Bergizi Gratis
Stick Cone Rawa Buntu Tuai Protes, Dishub Tangsel Klaim Justru Bikin Lalu Lintas Lebih Lancar
Namun ia menduga agar pengendara tidak langsung berbelok ke Stasiun setelah memutar balik.
“Mungkin dipasang itu tujuannya biar gak langsung belok ke Stasiun, tapi tetap saja macet,” ungkapnya.
Ia menerangkan, jika tujuan pemasangan stick cone itu untuk menghindari pengendara yang langsung belok ke Stasiun untuk mengurangi kemacetan menurutnya langkah itu belum sepenuhnya efektif.
Baca Juga:
ZEEKR, TPM Automotive, dan SINEXCEL Resmikan Stasiun Pengisian Daya Megawatt Tercepat di Thailand
Armada HD1500 Otonom Hasil Retrofit Mulai Beroperasi pada Sif Siang di Australia Barat
Satu Dekade FXTRADING.com, Siap Menuju Fase Pertumbuhan Berikutnya
Pasalnya dengan adanya itu kemacetan masih berlangsung. Seharusnya, lanjut Toni, jika ingin mengurangi kemacetan mobil angkutan perkotaan (angkot) yang sering ngetem nunggu penumpang juga harus ditertibkan.
“Harusnya bukan cuma dipasang itu, tapi angkot-angkota yang ngetem juga dirapihin,” pungkasnya.










