3 Hari Berlalu, Pohon Tumbang di Cordoba BSD Tak Kunjung Ditangani Pengurus

IPL Rp1 Juta Tiap Bulan, Tapi Pohon Tumbang di Cordoba BSD Tak Diurus

- Pewarta

Jumat, 10 Oktober 2025 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harian Banten -Tiga hari sudah berlalu sejak pohon besar tumbang di kawasan Ruko Cordoba BSD, Kota Tangerang Selatan. Pohon tersebut menimpa gerobak pedagang serta sebuah mobil yang terparkir. Namun hingga kini, pihak pengurus kawasan belum juga melakukan penanganan ataupun memberikan kompensasi kepada pihak terdampak.

Uten Sutendy, warga sekaligus tokoh masyarakat BSD City, menyayangkan sikap pengurus yang dinilai tidak bertanggung jawab. Padahal, setiap pedagang maupun penghuni diwajibkan membayar iuran pemeliharaan lingkungan (IPL) sebesar Rp1 juta per bulan.

“Sudah dari tiga-empat hari lalu, tidak ada tanggung jawab dari pengurus. Pohon tumbang menimpa pedagang, gerobak rusak, tapi pengurus diam saja. Padahal IPL Rp1 juta per bulan dibayar rutin!” tegas Uten, Jumat (10/10).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pohon yang tumbang diduga sudah dalam kondisi rapuh dan rawan roboh. Namun, tidak ada upaya pemangkasan atau perawatan yang dilakukan oleh pengurus sebelumnya.

Akibat insiden ini, pedagang mengalami kerugian materi karena gerobak rusak dan aktivitas jual beli terhenti. Warga lain pun mempertanyakan transparansi pengelolaan lingkungan di kawasan yang dikenal sebagai salah satu klaster elit di BSD City tersebut.

“IPL selalu ditagih, tapi giliran ada musibah, tidak ada tindakan. Bahkan sekadar hadir di lokasi pun tidak,” tambah Uten.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengurus Cluster Cordoba BSD belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Warga mendesak adanya evaluasi terhadap manajemen lingkungan, mulai dari penanganan risiko pohon tumbang hingga mekanisme kompensasi bagi pedagang atau penghuni yang terdampak.

“Jangan tunggu sampai ada korban luka atau jiwa baru bergerak. Kami hanya menuntut hak lingkungan yang aman dan pengelolaan yang transparan,” tutup Uten.

Berita Terkait

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Dindikbud Kota Serang Alihkan KBM ke Online Mulai Besok
Abu Vulkanik Bisa Sebabkan Gangguan Perpanasan, Dinkes Tangsel Imbau Warga Pakai Masker
55 WN Tiongkok Diduga Jadi Kuli di Proyek Smartfren Serpong, Diamankan Imigrasi
Belum Padam Total, Kebakaran di Pisangan Ciputat Memasuki Hari Ke-3
Jaro Tanggungan 12 Baduy Saidi Putra Meninggal Dunia
Hibah KONI Tangsel Terganjal SPJ, Walikota Pastikan Tak Ganggu Porprov 2026
Imbas Kebakaran Lahan Kosong di Ciputat, 12 Warga Alami Sesak Nafas
Kebakaran lahan kosong di Ciputat 27 Jam Belum Padam

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 16:13 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Dindikbud Kota Serang Alihkan KBM ke Online Mulai Besok

Minggu, 6 September 2026 - 16:00 WIB

Abu Vulkanik Bisa Sebabkan Gangguan Perpanasan, Dinkes Tangsel Imbau Warga Pakai Masker

Sabtu, 5 September 2026 - 22:17 WIB

55 WN Tiongkok Diduga Jadi Kuli di Proyek Smartfren Serpong, Diamankan Imigrasi

Sabtu, 5 September 2026 - 14:32 WIB

Belum Padam Total, Kebakaran di Pisangan Ciputat Memasuki Hari Ke-3

Jumat, 4 September 2026 - 21:31 WIB

Jaro Tanggungan 12 Baduy Saidi Putra Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Pers Rilis

Haier Jalin Kemitraan Global dengan UEFA Champions League

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:25 WIB