Harian Banten -Tiga hari sudah berlalu sejak pohon besar tumbang di kawasan Ruko Cordoba BSD, Kota Tangerang Selatan. Pohon tersebut menimpa gerobak pedagang serta sebuah mobil yang terparkir. Namun hingga kini, pihak pengurus kawasan belum juga melakukan penanganan ataupun memberikan kompensasi kepada pihak terdampak.
Uten Sutendy, warga sekaligus tokoh masyarakat BSD City, menyayangkan sikap pengurus yang dinilai tidak bertanggung jawab. Padahal, setiap pedagang maupun penghuni diwajibkan membayar iuran pemeliharaan lingkungan (IPL) sebesar Rp1 juta per bulan.
“Sudah dari tiga-empat hari lalu, tidak ada tanggung jawab dari pengurus. Pohon tumbang menimpa pedagang, gerobak rusak, tapi pengurus diam saja. Padahal IPL Rp1 juta per bulan dibayar rutin!” tegas Uten, Jumat (10/10).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pohon yang tumbang diduga sudah dalam kondisi rapuh dan rawan roboh. Namun, tidak ada upaya pemangkasan atau perawatan yang dilakukan oleh pengurus sebelumnya.
Akibat insiden ini, pedagang mengalami kerugian materi karena gerobak rusak dan aktivitas jual beli terhenti. Warga lain pun mempertanyakan transparansi pengelolaan lingkungan di kawasan yang dikenal sebagai salah satu klaster elit di BSD City tersebut.
“IPL selalu ditagih, tapi giliran ada musibah, tidak ada tindakan. Bahkan sekadar hadir di lokasi pun tidak,” tambah Uten.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengurus Cluster Cordoba BSD belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Warga mendesak adanya evaluasi terhadap manajemen lingkungan, mulai dari penanganan risiko pohon tumbang hingga mekanisme kompensasi bagi pedagang atau penghuni yang terdampak.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang
“Jangan tunggu sampai ada korban luka atau jiwa baru bergerak. Kami hanya menuntut hak lingkungan yang aman dan pengelolaan yang transparan,” tutup Uten.








