Harian Banten – Utusan Khusus Presiden RI Bidang Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Sujono Djojohadikusumo, berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Daan Mogot, Kota Tangerang, Selasa (27/5). Ziarah ini dilakukan untuk mengenang peristiwa bersejarah Tragedi Lengkong yang terjadi 79 tahun lalu, pada 25 Januari 1946.
Dengan mengenakan batik bercorak hijau, Hashim—yang juga adik Presiden RI Prabowo Subianto—menaburkan bunga di makam dua pamannya, Sujono Djojohadikusumo dan Subianto Djojohadikusumo. Keduanya gugur sebagai pahlawan dalam Tragedi Lengkong, sebuah insiden berdarah yang menewaskan puluhan taruna Akademi Militer Tangerang saat berusaha melucuti senjata tentara Jepang yang masih berada di Indonesia pasca kemerdekaan.
“Terimakasih ya, semangat,” ucap Adik Kandung Presiden Prabowo Subianto ini saat kepada rekan media saat mengunjungi TMP Daan Mogot
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa ini terjadi di Desa Lengkong, Tangerang Selatan, ketika 3 truk militer yang membawa 70 taruna dan beberapa perwira muda—di bawah komando Mayor Daan Mogot—berusaha menjalankan tugas pelucutan senjata di markas tentara Jepang. Namun operasi tersebut berakhir tragis akibat miskomunikasi dan pengkhianatan, yang menyebabkan baku tembak dan gugurnya 34 taruna termasuk Mayor Daan Mogot sendiri.
Meski peristiwa tersebut terjadi di Desa Lengkong, para korban Tragedi Lengkong dimakamkan secara militer di kompleks pemakaman yang kini dikenal sebagai Taman Makam Pahlawan Taruna atau TMP Daan Mogot, yang terletak di Jl. Daan Mogot No. 1, Kota Tangerang, Provinsi Banten. TMP ini juga menjadi simbol penghormatan bagi para pahlawan muda yang gugur demi menjaga kedaulatan negara di awal masa kemerdekaan.
Ziarah tersebut juga dihadiri oleh jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tangerang, termasuk Dandim 0506/Kota Tangerang Kolonel Inf. Ali Imran, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Wakil Wali Kota Maryono Hasan, serta perwakilan Pemerintah Kota Tangerang.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Yayasan 25 Januari 1946 yang diketuai Rani Sutrisno, dan ditutup dengan kunjungan ke Plagan Lengkong di Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan—lokasi utama pertempuran yang kini menjadi situs sejarah nasional.
Baca Juga:
AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok
Aksi Nekat di Pabrik Nikomas, Pelaku Utama Masih Buron Usai 3 Rekannya Disidang








