100 Hari Gubernur Banten Minim Terobosan, Kepuasan Publik Terendah Se Pulau Jawa

- Pewarta

Sabtu, 31 Mei 2025 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harian Banten – Memasuki 100 hari pertama kepemimpinan Gubernur Banten yang baru, sorotan tajam datang dari berbagai kalangan. Salah satunya dari pengamat politik Visi Nusantara, Subandi Misbah, yang menilai kinerja Gubernur Banten selama tiga bulan pertama masih jauh dari harapan publik.

“Tidak ada gebrakan berarti. Program-program prioritas tidak jelas arahnya, sementara pelayanan publik dan reformasi birokrasi berjalan lambat,” ujar Subandi, Sabtu (31/5).

Menurut Subandi, rendahnya kepuasan publik terhadap Gubernur Banten bahkan menjadi yang terendah se-Pulau Jawa, berdasarkan berbagai survei persepsi publik yang dirilis sejumlah lembaga independen. Hal ini menunjukkan ketidakterhubungan antara janji politik saat kampanye dan implementasi nyata di lapangan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari sisi komunikasi publik, Gubernur Banten juga kurang responsif. Tidak ada narasi besar atau arah pembangunan yang membuat publik percaya bahwa Banten akan berubah lebih baik dalam lima tahun ke depan,” tambah Subandi.

Beberapa program kerja yang pernah dijanjikan seperti revitalisasi kawasan industri, digitalisasi pelayanan, hingga perbaikan infrastruktur dasar belum menunjukkan progres signifikan. Bahkan, menurut catatan Visi Nusantara, serapan anggaran untuk sektor strategis justru tergolong rendah di triwulan pertama.

Subandi mengingatkan, dengan posisi strategis sebagai provinsi penyangga Ibu Kota Negara dan gerbang utama menuju Pulau Sumatera, Banten seharusnya bisa lebih progresif dan inovatif dalam 100 hari awal. “Justru yang terjadi adalah stagnasi dan pemborosan waktu politik,” tegasnya.

Visi Nusantara merekomendasikan agar Gubernur Banten segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tim kerja dan memprioritaskan program berbasis kebutuhan riil masyarakat, bukan hanya pencitraan atau proyek-proyek seremonial.

“Jika pola seperti ini terus berlanjut, maka bukan hanya kepuasan publik yang terus menurun, tetapi juga potensi Banten sebagai provinsi maju akan kembali tertinggal,” tutup Subandi.

Berita Terkait

WNA Asal Rusia Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Hendak Selundupkan 3 Kilogram Hashish
Pemkot Tangsel Targetkan 45 Ribu Pekerja Rentan Tercover BPJS TK
Gelap Gulita! 30 Panel Box Lampu Jalan di Tangsel Digondol Maling, Kerugian Tembus Rp50 Juta
Hore! Ribuan Pekerja Informal di Tangsel Berpeluang Dapat BPJS Ketenagakerjaan Gratis
Gus Andi PKB Sambangi Akhdan Haidar, Remaja Penyintas Meningitis yang Berjuang Sejak Bayi
Kejari Tangsel Tetapkan 2 Tersangka Korupsi Gadai Syariah di Cabang Pondok Aren
Usai Alami Kram Otot di DPRD, Benyamin Davnie Jalani Bekam dan Tetap Hadiri Agenda di Pendopo Gubernur Banten
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:21 WIB

WNA Asal Rusia Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Hendak Selundupkan 3 Kilogram Hashish

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:08 WIB

Pemkot Tangsel Targetkan 45 Ribu Pekerja Rentan Tercover BPJS TK

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:58 WIB

Gelap Gulita! 30 Panel Box Lampu Jalan di Tangsel Digondol Maling, Kerugian Tembus Rp50 Juta

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:51 WIB

Hore! Ribuan Pekerja Informal di Tangsel Berpeluang Dapat BPJS Ketenagakerjaan Gratis

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:15 WIB

Gus Andi PKB Sambangi Akhdan Haidar, Remaja Penyintas Meningitis yang Berjuang Sejak Bayi

Berita Terbaru

Pers Rilis

Membawa Tradisi Pendidikan Berasrama asal Inggris ke Vietnam

Kamis, 25 Jun 2026 - 01:40 WIB

Info Banten

Pemkot Tangsel Targetkan 45 Ribu Pekerja Rentan Tercover BPJS TK

Rabu, 24 Jun 2026 - 16:08 WIB