Mengalir Diam-Diam: Potensi Ratusan Juta dari Air PDAM di Ayodhya

- Pewarta

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harian Banten- Pendapatan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng Kota Tangerang diduga belum optimal. Salah satu temuan di lapangan mengindikasikan adanya penjualan air langsung oleh pengembang perumahan kepada warga, tanpa melalui mekanisme penagihan PDAM.

Kasus tersebut ditemukan di kawasan Perumahan Ayodhya, yang dikelola PT Alfa Goldland Realty. Beberapa warga mengaku membayar tagihan air bulanan kepada pihak pengembang, bukan kepada Perumda Tirta Benteng.

Pembayaran Langsung ke Pengembang
Seorang warga berinisial Ujang mengatakan, pembayaran tagihan air dilakukan langsung ke pengembang.
“Ke Ayodhya, langsung ke Ayodhya. Rekeningnya atas nama Ayodhya, PT Alfa Goldland Realty itu ya? Iya, itu,” ujar Ujang saat dihubungi Minggu (3/8/2025).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penggunaan Air dari Intake PDAM
Berdasarkan informasi yang diperoleh, PT Alfa Goldland Realty memanfaatkan air baku dari intake milik Perumda Tirta Benteng dengan kapasitas sekitar 40 liter per detik. Lokasinya berada di titik koordinat 06°11’56,23″ LS – 106°37’36,88″ BT.
Hingga kini, bentuk kesepakatan resmi antara kedua pihak terkait pemanfaatan air tersebut belum dipublikasikan.

Dewan Pengawas Perumda Tirta Benteng, Yeti Rohaeti, saat ditemui pada Senin (28/7/2025) menjelaskan bahwa Ayodhya memiliki izin pengelolaan air.
“Ayodhya itu mengelola air sendiri, tapi izinnya ada dari PDAM,” kata Yeti.

Data Keuangan dan Tarif Penjualan
Laporan keuangan Perumda Tirta Benteng tahun 2024 mencatat piutang dari PT Alfa Goldland Realty sebesar Rp75.520.890 dan royalti sebesar Rp179.221.956.

Dari bukti tagihan yang diperoleh redaksi, tarif penjualan air kepada warga di Ayodhya diperkirakan sekitar Rp7.000 per meter kubik. Salah satu tagihan yang dibayar Ujang menunjukkan rata-rata beban bulanan sekitar Rp333 ribu.

Berdasarkan data pengambilan air dari intake, rata-rata volume yang diambil mencapai 15.870 meter kubik per bulan. Jika dikalikan dengan tarif terendah yang ditemukan di lapangan, potensi pendapatan dari penjualan air tersebut diperkirakan sekitar Rp111,09 juta per bulan.
Perhitungan ini hanya bersifat estimasi berdasarkan data yang tersedia dan belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak pengembang maupun PDAM.

Menunggu Klarifikasi
Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi masih berupaya mendapatkan tanggapan dari PT Alfa Goldland Realty dan Perumda Tirta Benteng. Klarifikasi resmi diperlukan untuk memastikan kebenaran data dan duduk perkara yang sebenarnya.

Berita Terkait

Pemkot Tangsel Kurban 35 Sapi dan 60 Kambing, Disalurkan ke Pesantren Hingga Yayasan
Buruh Demo Menara Indomaret di PIK, Minta Upah Lembur Dibayar
Anak Tega Bunuh Ibu Kandung di Pamulang Ternyata Residivis Kasus Penganiayaan
Diduga Hendak Lecehkan Bocah, Pria Mabuk di Tangsel Babak Belur Diamuk Massa
Ingin Kuasai Warisan, Anak Tega Bunuh Ibu Kandung di Pamulang
Sidak BPOM Temukan Makanan Berformalin Di Pasar Serpong
PMII Ciputat Desak Pemkot Tangsel Terbuka soal Perpanjangan Jabatan Sekda
Parah! Pengunjung Jaletreng Riverpark Terpaksa Hirup Asap Sampah Saat Olahraga
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:35 WIB

Pemkot Tangsel Kurban 35 Sapi dan 60 Kambing, Disalurkan ke Pesantren Hingga Yayasan

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:31 WIB

Buruh Demo Menara Indomaret di PIK, Minta Upah Lembur Dibayar

Senin, 25 Mei 2026 - 19:47 WIB

Anak Tega Bunuh Ibu Kandung di Pamulang Ternyata Residivis Kasus Penganiayaan

Senin, 25 Mei 2026 - 16:50 WIB

Diduga Hendak Lecehkan Bocah, Pria Mabuk di Tangsel Babak Belur Diamuk Massa

Senin, 25 Mei 2026 - 12:57 WIB

Sidak BPOM Temukan Makanan Berformalin Di Pasar Serpong

Berita Terbaru

Ekonomi

Buruh Demo Menara Indomaret di PIK, Minta Upah Lembur Dibayar

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:31 WIB